JAKARTA, Bisnistoday – PT Jasa Marga (Persero) Tbk menyiagakan pengaturan lalulintas dengan contra flow apabila situasi arus lalulintas mudik lebaran sangat padat. Bahkan, PT Jasa Marga Tbk mendukung pengaturan one way apabila situasi mendesak atas diskresi Korlantas Polri.
“Kami menyiapkan contra flow untuk ruas tol Jakarta-Cikampek apabila situasi padat. Pilihan contra flow paling memungkinkan karena tol Jakarta-Cikampek ditambah satu ruas jalan. Dengan pengaturan contra flow, arus lalulintas dari Bandung ke Jakarta masih bisa digunakan,” ungkap Liesye Octaviana, Corp Communication and Community Development Group Head, PT Jasa Marga (Persero) di Jakarta, Senin (3/4).
Kendati begitu, Liesye Octaviana mengatakan, apabila diterapkan one way dari Tol Jakarta Cikampek hingga Gerbang Tol Kali Kangkung, Semarang maka Jasa Marga siap mendukung dengan segara perlengkapan.
Ia mengutarakan, puncak arus mudik diperkirakan pada tanggal 19 April 2023 dengan arus lalin antara H-7 sampai H1 mencapai 2,78 juta atau naik sebesar 6,77% dibanding tahun lalu. Sedangkan untuk untuk arus balik diperkirkan pada 25 April dengan jumlah kendaraan 2,68 juta kendaraan atau naik 3,71% untuk periode H1 hingga H+7.“Arus balik diperkirakan terjadi juga pada tanggal 1 Mei 2023, karena masih tanggal merah (libur),” tuturnya.
Liesye menambahkan, upaya pemberlakuan diskon tarif tol masih menunggu arahan dari Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR. Intinya dalam pembahasan terakhir pemberian diskon didasari dengan upaya pengaturan lalulintas. “Kami menunggu dari BPJT, tapi intinya pemberian diskon dalam rangka pengaturan lalin agar tidak padat dalam waktu tertentu,” tuturnya.
Bersifat Situasional
Yoga Tri Anggoro, Dirut PT Jasamarga Tollroad Operator (JMTO) mengatakan, pemberlakukan one way seperti tahun sebelumnya bersifat situasional. Demikian juga contra flow juga diharapkan mampu mengurangi kepadatan tol Jakarta-Cikampek khususnya.
“Tergantung situasi, kalau padat akan diterapkan contra flow untuk ruas tol Japek, secara situasional. Bahkan pengaturan one way juga disiapkan skenarionya,” tuturnya.
“Penerapan one way atau contraflow sendiri, juga memerlukan persiapan, setidaknya dua jam untuk clearing ruas tol,” tambahnya.
Sedangkan tidak kalah penting, tambah Yoga, adalah memperhatikan arus lalulintas pada saat H lebaran. Seperti biasanya arus lalulintas bersifat lokal atau terjadi kepadatan di area yang bersinggungan dengan tempat ibadah. “Untuk di Jakarta, berdasarkan histori arusnya tidak sampai seperti kondisi normal,” tuturnya./



