KAB. BANTUL, Bisnistoday – Pembangunan Jalan Pantai Selatan Jawa (Pansela) dinilai mampu memberikan stimulus perekonomian wilayah. Sejumlah sektor yang mulai terstimilus antara lain, sektor pariwisata, usaha mikro maupun industri.
Asisten Pelaksanaan PJN DIY Wahyu Widiantoro mengatakan, Jalan Pansela membentang Jateng bagian Timur sampai Cilacap. Akses jalan ini, apabila sudah terkonekai akan mengurangi beban jalan Pantura. “Jalan ini akan menjadi alternatif bagi masyarakat yang melintasi dari Jabar menuju ke arah timur.” kata Wahyu di Kab.Bantul, Kamis (6/7).
Awalnya, lanjut Wahyu, jalan pansela sebagai jalan Provinsi dan Kabupaten. Untuk wilayah DIY jalan status jalan provinai 117,3 Km, sedangkan 67,6 Km Jalan Nasional.”Diharapkan akhir tahun ini tuntas, Perbatasan timur DIY sampai Congot, Kulon Progo tersambung. Dan merupakan alternatif jalan seperti ring road tak masuk Kota Yogya.”
Begitupun hadirnya, akses jalan panssla diharapkan trafik lalulintas makin banyak.Dengan begitu, membawa dampak peningkatan ekonomi wilayah. “Pansela sebagai daya ungkit pariwisata, ekonomi serta industri wilayah.”
Buka Akses Pariwisata
Plh Kepala Dinas, yang juga Kepala Bidang Destinasi Pariwisata, Pempeov DIY, Kurniawan mengatakan, Jalan pansela merupakan pembuka akses pariwisata. Ini merupakan salah satu modal dasar pengembangan pariwisata, selain amanity dan activities.
Menurutnya, pansela mempermudah akses menuju wisata seperti pantai Congot, Glagah, Parangtritis, Depok, Pantai Baron, Siung Ombo dan lainnya “Akses ini, berdampak langsung terhadap kunjungan wisata.Pantai Parang Tritis tak pernah sepi, apalagi musim liburan.”
Ia menambahkan, PDRB Provinsi DIY berada diatas PDB nasional. Dampak pertumbuhan sektor pariwisata terhadap infrastruktur jalan mengalami peningkatan. “Sebelumnya sekutar 3-7%, setelah jalan dibuka menjadi 4-12%. Artinya terjadi peningkatan.
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata, Dinas Pariwisata Kab.Bantul, Yuli Hernadi mengatakan, jalan pansela menyambung perjalanan dari Jawa Timur ataupun Pacitan. “Setidaknya, saat melintas bisa mampir ke Bantul serta berwisata.”
Pantai Parangtritis dan Parangkusumo merupakan destinasi pantai tak tergantikan.Antara pantai Parangkusumo, Pal Putih hingga Kraton Yogyakarta.”Pantai memiliki narasi kuat, pertemuan Sultan Agung dengan Ratu Kidul. Dan wisatawan yang berkunjung ke Bantul sudah 1,3 juta, meningkat,”
Selain itu, lanjut Dia, ada pantai satu-satunya di dunia fenomena gumuk pasir. Gundukan pasir yang selalu berubah-ubah mengikuti tiupan angin.” Ini unik gumuk pasir, tak ada di temoat lain, yang mirip di Mexico, tapi tidak sama,” katanya.
Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan Kab Bantul Agus Sulistiyana, menambahkan, meningkatnya kunjungan wisatawan mendorong pertumbuhqn UMKM. “Ini berkah masyarakat, karena dari penduduk Kab Bantul, 1 juta jiwa, 128 ribu diantara pelaku UMKM.”
Tidak hanya sektor wisata, lanjutnya, sektor usaha lainya yakni pertanian, peternakan terbantu. “Akses pansela mempermudah pengiriman produk antar wilayah. Brambang, bawamg akan semakin mudah dipasarkan dengan harga bersaing.
“Hadir pula, toko modern mulai menjamur, Begitupun pengiriman barang ke bandara YIA lebih dekat, dan segera ekspor.”
Menyaksikan Langsung
Kepala Bagian Humas dan HAL Biro Komunikasi Publik, Maretha Ayu Kusumawati mengharapkan kepercayaan publik terhadap pemerintah meningkat, melalui media salah satunya presstour. “Kami berupaya pembangunan infastruktur yang kepentingan masyarakat,” ujarnya.
Maretha menuturkan, media merupakan penyambung lidah pemerintah kepada masyarakat. Kementerian PUPR membawa pesan utama untuk pelayanan publik. “Membangun bukan apa yang kita bangun tapi apa yang dibutuhkan masyarakat.”
Kehadiran media menjadi penting, untuk melihat lamgsung progres pembangunan infrastruktur serta bagaimana infrastruktur memberikan manfaat masyarakat. “Apakah seperti jalan jalur pansela dan jembatan kretek, apakah memenuhi ekspektasi.”/









































