www.bisnistoday.co.id
Minggu , 12 Juli 2026
Home EKONOMI Ekonomi Rakyat Mendag Serius Benahi Ekosistem Digital UMKM
Ekonomi Rakyat

Mendag Serius Benahi Ekosistem Digital UMKM

KEMENDAG Gandeng GOOGLE Indonesia kembangkan digitalisasi perdangangan.
Social Media

YOGYAKARTA, Bisnistoday – Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mendukung penuh akselerasi ekosistem digital yang sehat bagi pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Saat ini, UMKM secara signifikan berkontribusi terhadap perekonomian Indonesia.

Sekitar 60 persen Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia disumbang oleh aktivitas ekonomi sekitar 65,46 juta UMKM Indonesia. Tak hanya itu, UMKM juga menyerap 117 juta pekerja atau 97 persen dari total tenaga kerja.

Demikian disampaikan Mendag Zulkifli Hasan dalam acara temu wicara Program Akselerasi Ekosistem UMKM Digital yang diselenggarakan oleh Dagangan di Yogyakarta, Senin (6/11). Turut hadir mendampingi Mendag Zulkifli Hasan, Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan Suhanto, Staf Ahli Bidang Iklim Usaha dan Hubungan Antar Lembaga Fajarini Puntodewi, serta Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Isy Karim.

“Jika ekosistemnya sudah bagus, kita dukung akses kemitraan, akses digitalisasi, dan akses pembiayaan, bukan tidak mungkin produk UMKM nasional merambah pasar dunia,” ujar Mendag Zulkifli Hasan.

Sebagai bentuk keberpihakan pemerintah dalam melindungi UMKM, Kementerian Perdagangan menerbitkan regulasi melalui Permendag Nomor 31 Tahun 2023 yang mengatur agar perdagangan digital agar berkeadilan dan produk impor tidak membanjiri pasar Indonesia.

“Perdagangan digital kita atur dan tata sehingga ekosistem bisa mendukung dan melindungi UMKM dan bukan sebaliknya,” tegas Mendag Zulkifli Hasan.

Inovasi Berkelanjutan

Mendag mengatakan, walau sudah dibuat sistem yang baik, toko/warung tradisional sebagai UMKM tetap perlu berinovasi dan terampil dalam menggunakan teknologi digital untuk pengembangan bisnis misalnya dari memperbaiki kemasan, hingga strategi pemasaran.

Untuk mendukung upaya itu, Mendag Zulkifli Hasan menjelaskan, Kementerian Perdagangan memiliki fasilitas pelatihan ekspor yang siap memberi pendampingan terhadap UMKM yang ingin mulai menjual produknya ke luar negeri.

“Pelatihan yang dimiliki Kementerian Perdagangan ini siap bersinergi dengan berbagai pihak dalam upaya peningkatan kapasitas UMKM untuk siap ekspor. Silakan manfaatkan fasilitas dari pemerintah ini, agar UMKM terus bertumbuh,” terang Mendag Zulkifli Hasan.

Mendag Zulkifli Hasan mengapresiasi pihak Dagangan yang aktif dan strategis terus memfasilitasi UMKM nasional untuk go digital. Pemerintah selalu terbuka dengan berbagai sinergi dan kolaborasi untuk membuat daya saing UMKM semakin kuat.

Wakil Presiden Pengembangan Bisnis Dagangan Adi Wismaya menjelaskan, selain menyediakan pasokan untuk warung secara mudah dan terjangkau, Dagangan juga menjadi fasilitator dalam memperkuat ekosistem UMKM dengan menghubungkan UMKM dengan mitra keuangan melalui Program WiraDana (Wirausaha Berdana).

“Nantinya, pengguna aplikasi Dagangan dapat langsung membeli stok kebutuhan warung lewat aplikasi Dagangan, kemudian memilih pembayaran secara tempo dengan memanfaatkan pembiayaan modal usaha mikro dari mitra perbankan,” papar Adi./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Logo BUMN (dok:Ist)
Ekonomi Rakyat

Kinerja BUMN Menguat, Pengamat Soroti Munculnya Motor Pertumbuhan Baru

JAKARTA, Bisnistoday – Kinerja sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berada...

Sentra IKM
Ekonomi RakyatHEADLINE NEWS

Sentra IKM Tenun dan Olahan Pisang Menggerakan Ekonomi di Manggarai Timur

MANGGARAI TIMUR, Bisnistoday – Sentra Industri Kecil dan Menengah (IKM) Olahan Pisang...

Olahan Singkong
Ekonomi Rakyat

Argotelo Salatiga, ‘Gunung Singkong’ yang Hidupkan Masyarakat

JAKARTA, Bisnistoday – Sebagai kota yang dikelilingi lanskap pegunungan, Salatiga menjadi rumah...

Ekonomi Rakyat

Ridzal Ramadan Temukan Kepercayaan Diri Lewat Peran sebagai Agen BRILink

BANDUNG, Bisnistoday - Bagi Ridzal Ramadan, menjadi Agen BRILink bukan sekadar melayani...