www.bisnistoday.co.id
Minggu , 3 Mei 2026
Home BURSA & KORPORASI Bursa Pasar Cermati Data Perekonomian China, IHSG Melemah
Bursa

Pasar Cermati Data Perekonomian China, IHSG Melemah

IHSG melemah
IHSG pada perdagangan akhir pekan, Jumat (01/03) ditutup melemah
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Pelaku pasar modal masih mencermati data perekonomian China. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan akhir pekan, Jumat (1/12) ditutup melemah 20,83 poin ke posisi 7.059,91. Sementara indeks LQ45 naik 9,67 poin ke posisi 939,70.

Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam kajiannya menyebut, perdagangan hari ini pergerakan IHSG terpengaruh oleh tekanan eksternal. Bursa regional Asia bergerak melemah sehubungan dengan sikap pelaku pasar yang terus mencermati prospek ekonomi China.

Selain itu, berdasarkan hasil survei swasta menunjukkan bahwa aktivitas manufaktur China secara tak terduga meningkat pada November 2023, atau bertentangan dengan data resmi yang menunjukkan kontraksi selama dua bulan berturut-turut.

Pasar menantikan sikap pemerintah China, yang hingga saat ini pasar masih terpecah mengenai otoritas China perlukah melonggarkan kebijakan lebih lanjut untuk mendukung pemulihan ekonomi yang rapuh.

Dari dalam negeri, S&P Global mencatat Purchasing Manager’s Index (PMI) Manufaktur Indonesia menguat ke level 51,7 pada November 2023, atau meningkat 0,2 poin dari 51,5 pada Oktober 2023.

Kenaikan ini memberikan indikasi pesanan baru yang akan datang untuk barang produksi Indonesia kembali naik pada November 2023, yang didukung oleh perbaikan kondisi permintaan dan ekspansi basis pelanggan.

Dibuka Melemah

Dibuka melemah, IHSG betah di teritori negaitif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, tiga sektor meningkat yaitu dipimpin sektor teknologi sebesar 2,18 persen, diikuti sektor industri dan sektor properti yang masing-masing naik sebesar 1,46 persen dan 0,12 persen.

Baca juga: Pasar Cermati Kebijakan Moneter Global, IHSG Melemah

Sedangkan, delapan sektor turun yaitu sektor barang baku turun paling dalam minus 3,53 persen, diikuti sektor kesehatan dan sektor barang konsumen primer yang masing- masing turun sebesar 2,43 persen dan 1,48 persen.

Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu PYFA, BBYB, NSSS, GOTO dan ARTO. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar, yakni PURI, AYAM, SILO, AMMN dan DEWI.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.257.914 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 31,22 miliar lembar saham senilai Rp31,22 triliun. Sebanyak 217 saham naik, 338 saham menurun, dan 204 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain, indeks Nikkei melemah 55,39 poin atau 0,17 persen ke 33.431,50, indeks Hang Seng menguat 212,58 poin atau 1,25 persen ke 16.830,30, indeks Shanghai menguat 1,97 poin atau 0,07 persen ke 3.031,64 indeks Strait Times menguat 17,32 poin atau 0,56 persen ke 3.090,31./

 

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

Related Articles

Gedung BEI
BursaHEADLINE NEWS

Mirae Asset Sekuritas: Reformasi Pasar Modal Jadi Penentu di Tengah Tekanan MSCI

JAKARTA, Bisnistoday - Pasar modal Indonesia kembali menghadapi tekanan setelah Morgan Stanley...

BursaBURSA & KORPORASIHEADLINE NEWS

Astra Tebar Deviden Fantastis Rp15,6 Triliun, Pemegang Saham Perseoran Raup Rp292 Per Saham

JAKARTA, Bisnistoday - PT Astra International Tbk  (Astra) berhasil mencetak laba bersih...

Rully Arya Wisnubroto
BursaHEADLINE NEWS

Penguatan IHSG Masih Terbuka, Mirae Asset Ungkap Strategi Investasi Saat Pasar Volatile

JAKARTA, Bisnistoday - PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menyoroti peluang investasi di...

Bursa

Traxindo Resmi Kantongi Izin sebagai Penasihat Berjangka dari Bappebti

JAKARTA, Bisnistoday - Traxindo secara resmi telah memperoleh izin usaha sebagai Perusahaan...