JAKARTA, Bisnistoday – Kadar gula dalam tubuh merupakan komponen penting. Namun, jika kadar gula berlebihan juga akan mengakibatkan dampak buruk pada kesehatan.
Diketahui, ketika tubuh kelebihan gula maka akan timbul sejumlah dampak yang berisiko bagi kesehatan seperti obesitas, resistensi insulin, diabetes tipe 2, peningkatan risiko penyakit jantung, dan juga timbul masalah kesehatan kulit.
Selain itu, kadar gula yang berlebihan juga mempengaruhi energi dan mood, serta merusak gigi dan menyebabkan masalah mulut.
Selama ini, tanpa kita sadari gula yang kita konsumsi sudah melebihi batas rekomendasi harian. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk mengetahui ciri-ciri ketika tubuh kelebihan asupan gula.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan bahwa idealnya kurang dari 10 persen dari total asupan energi harian berasal dari gula tambahan.
Lebih baik lagi jika dapat dibatasi menjadi kurang dari 5 persen dari total asupan energi harian untuk manfaat kesehatan yang optimal.
Dilansir dari laman WebMD, inilah tanda-tanda ketika tubuh kelebihan gula:
1. Mengalami peningkatan berat badan
Kelebihan gula dapat menyebabkan peningkatan berat badan karena gula yang tidak digunakan sebagai energi akan disimpan sebagai lemak.
Ini dapat menjadi pemicu obesitas, yang pada gilirannya dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, diabetes tipe 2, dan masalah kesehatan lainnya.
2. Penurunan energi dan merasa kelelahan
Meskipun gula memberikan energi instan, konsumsi berlebih dapat menyebabkan lonjakan gula dalam darah yang diikuti oleh penurunan drastis.
Hal ini dapat menyebabkan kelelahan, kantuk, dan sulit berkonsentrasi yang tentunya mengganggu aktivitas sehari-hari.
3. Perubahan mood
Gula dapat mempengaruhi kadar serotonin dalam otak, zat kimia yang bertanggung jawab untuk mood dan suasana hati.
Konsumsi berlebihan dapat menyebabkan fluktuasi mood, seperti rasa gelisah atau iritabilitas.
4. Timbul masalah pada kulit
Kelebihan gula ternyata juga dapat memberi dampak negatif pada kesehatan kulit.
Gula dalam darah yang tinggi dapat merusak kolagen, protein yang memberikan kekuatan dan elastisitas pada kulit, menyebabkan penuaan dini dan masalah kulit lainnya.
5. Nafsu makan sulit dikendalikan
Konsumsi gula berlebih dapat memicu perasaan lapar yang sulit dikendalikan, karena gula dapat memengaruhi hormon yang mengatur nafsu makan. Hal ini dapat menjadi faktor risiko obesitas dan masalah kesehatan terkait.
Penting untuk memahami tanda-tanda tubuh yang menunjukkan adanya kelebihan gula dan membiasakan diri untuk mengurangi konsumsi gula atau makanan manis agar terhindar dari diabetes dan penyakit lainnya.
Tidak ada salahnya dan perlu melakukan konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi terkait konsumsi gula.



