www.bisnistoday.co.id
Kamis , 23 April 2026
Home NASIONAL & POLITIK Politik & Keamanan HUT PDIP, Megawati Sindir Pemimpin Menjauhi Rakyat
Politik & Keamanan

HUT PDIP, Megawati Sindir Pemimpin Menjauhi Rakyat

KETUM PDIP
KETUM PARTAI PDI Perjuangan, Megawati Soekarno Puteri, di Jakarta./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Ketua Umum Partai PDI Perjuangan, Megawati Soekarno Puteri (Megawati) menyindir berbagai kebijakan pemerintah yang dinilai menjauhkan diri terhadap rakyat, bahkan sudah pengabdi kekuasaan. Hal ini diungkapkan Megawati saat peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) PDI Perjuangan yang ke 51, di Jakarta, Rabu (10/1).

Megawati dalam pindato politiknya menyindir berbagai kebijakan pemerintah yang dianggap keliru. Peringatan HUT PDI Perjuangan berlangsung sederhana ini, tanpa ada massa di lapangan. Perayaan HUT PDI Perjuangan dilaksanakan secara sederhana yang dihadiri oleh para elite partai PDI Perjuangan, elite partai pengusung Pilpres dan diikuti secara daring para kader PDI Perjuangan wilayah.

Presiden kelima RI, Megawati Seokarno Puteri mengingatkan, jangan lupa atau menjauh dari akar rumput. Mega mengilustrasikan bahwa akar rumput merupakan ciptaan Tuhan, yang memiliki daya survival tinggi. Kalau dibakar, dicabut, tetap terus tumbuh karena memiliki akar rumput. “Rumput juga tumbuh bergandengan, tidak sendiri.”

Karena itu, Megawati memerintahkan, kader PDI Perjunagan harus tetap mengakar dan solid bergerak. Hal ini dinilai Megawati sangat penting, mengakar rumput ke bawah. “Camkan, hal ini sebagai nafas komtemplasi. Kita besar bukan karena elite, presiden dan bukan karena menteri, karena yang yang mendukung kita.” tegas Megawati.

Mejauhi Rakyat

Megawati juga menyindir bahwa pemimpin yang menjauhi rakyat akan menimbulkan kehancuran. “Kalau ada pemimpin yang tidak menaungi rakyat, pasti negara itu akan guncang. Pemimpin itu mengayomi seluruh rakyat.Pemimpin juga harus punya emphaty pada wong cilik,”tegasnya.

Mengenai sebutan kader partai, Megawati menyatakan, memang untuk menjadi seorang pemimpin ditugasi. Tugasnya menjalankan rencana memimpin bangsa dan negara seperti yang dicita-citakan pendiri bangsa. “Ditugasi, memang saya menugasi.”

Begitupun Megawati, juga menyindir sebagai pemimpin jangan merasa enak sendiri. Karena, bangsa didirikan hingga sekarang ini diraih dengan susah payah, dan pengorbanan nyawa. “Saya kalau di Taman Makam Pahlawan, bawa bunga lebih untuk cari nisan yang tak tertuliskan nama. Negara ini berdiri dengan susah payah!!” cetusnya.

“Lalu sekarang elite melupakan, akar rumput, rakyat sengsara dan tidak berkeadilan. Sekali lagi, setiap warga negara mempunyai hak yang sama dimata hukum. Sekarang, hukum dipermainkan, semaunya saja.” tegasnya.

Megawati juga menekankan, bahwa pemilu jangan digunakan sebagai alat politik, tetapi ada nilai moral dan etika yang harus dijunjung tinggi. “ Kekuasaan itu tidak langgeng, akan berhenti apapun jabatannya.”

Mengawati juga menyoroti kejadian di Boyolali, aparat yang memukuli warganya. “Rakyat tidak boleh dipentungi, kalau penjajah boleh. Ini negara merdeka dan berdaulat. Tidak ada mengganggap lebih berkuasa, sebab kekuasan di tangan rakyat,” terangnya.

Netralitas Pemilu

Ketum PDI Perjuangan ini menegaskan kembali, bahwa TNI dan Polri harus menjaga prinsip netralitas. “Memang pelor ditembaki ke rakyat. Ya nggak lah. Kalian itu Abdi Negara bukan perorangan, yang harus dilindungI siapa, ya rakyat lah. Ingat yang memisahkan Polri itu saya, emang gampang? Eling lho yaa, yang memimpin.”

Megawati juga menyindir bahwa, pelaksanaan pemilu yang kurang demokratis. Kebenaran pemilu ketika rakyat bebas merdeka dan berdaulat. “Saya lihat baliho, pemilu demokratis, LUBER. Ini bebasnya, tidak digiring lho.”Dalam peringatan HUT PDI Perjuangan ke 51 ini, mengusung tema Satyam Eva Jayate yang diartikan kebenaran pasti menang. “Insyaallah kita akan menang satu putaran!”

Ketidakhadiran Presiden Jokowi

Dalam pidatonya, Megawati mengungkapkan sindiran yang khas mengenai ketidakhadiran kadernya yakni Presiden Joko Widodo, karena tugas ke luar negeri. Dalam acara tersbeut, Megawati mengucapkan rasa terima kasih terhadap tamu undangan yang bersedia hadir. “Yang terhormat, Wakil Presiden Ma’ruf Amin yang bersedia hadir,” ucapnya yang menyindir Presiden Jokowi tak hadir.

Mega juga menyebutkan tamu yang hadir yakni Ganjar Pranowo selaku Capres PDI Perjuangan, Mahfud MD, Cawapres, dengan hadir secara daring. Para Ketua Umum Partai, seperti Ketum Perindo, Hari Tanoe Sudibyo,Ketum PPP, M Mardiono, Sekjen Hanura, Benny Ramdani, seta sejumlah Menteri.

Mega mengungkapkan adanya permintaan sejumlah menteri untuk turut diundang seperti Menkeu Sri Mulyani, Basuki Hadimuljono, yang sedang memenuhi undangan hajatan Pakualaman.

Sejumalah menteri yang hadir diantara, Menteri ESDM, Arifin Tasrif, Menkop UKM,  Teten Masduki, Menparekraf Sandiaga S Uno, Bintang Puspa Yoga, Menteri PPA, serta para Menteri PDI Perjuangan seperti Menseskab, Pramono Anung, Mensos, Tri Rismaharini, serta Yasona Laoly maupun Abdullah Azwar Anas, Menpa RB.//

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

Related Articles

Kemenko Polkam
Politik & Keamanan

Kemenko Polkam Dorong Terobosan Hukum Tangani WNI Eks Operator Online Scam

BOGOR , Bisnistoday– Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) melaksanakan...

PELANTIKAN KABINET
Politik & Keamanan

Hasil Survei Poltracking Menyatakan Publik Puas Terhadap Kinerja Pemerintah

JAKARTA, Bisnistoday - Hasil survei Poltracking Indonesia mayoritas publik menyatakan puas terhadap...

Politik & Keamanan

Megawati Soekarnoputri Terima Dubes Qatar, Perkenalkan Putranya M.Prananda Prabowo

JAKARTA, Bisnistoday - Presiden Ke-5 Republik Indonesia yang juga Ketua Umum PDI...

Poltracking
Politik & Keamanan

Poltracking Ungkap Kepuasaan Publik Terhadap Prabowo-Gibran Merata di Seluruh Wilayah

JAKARTA, Bisnistoday - Berdasarakan hasil survei Poltracking Indonesia  mayoritas publik menyatakan puas...