www.bisnistoday.co.id
Senin , 29 Juni 2026
Home EKONOMI Ekonomi & Bisnis Inflasi Per Januari 2024 Masih Terjaga
Ekonomi & BisnisHEADLINE NEWS

Inflasi Per Januari 2024 Masih Terjaga

Pasar Yogya
AKTIFITAS PASAR Tradisional di Kota Yogyakarta, belum lama ini.
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday-  Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Januari 2024 terjaga dalam kisaran sasaran 2,5±1%.Berdasarkan data inflasi Badan Pusat Statistik yang telah menggunakan Survei Biaya Hidup (SBH) dengan tahun dasar baru 2022, inflasi IHK Januari 2024 tercatat sebesar 0,04% (mtm), sehingga secara tahunan menjadi 2,57% (yoy), lebih rendah dari inflasi IHK bulan sebelumnya sebesar 2,61% (yoy).

Hal ini diungkapkan dalam keterangan remis Bank Indonesia oleh Erwin Haryono Asisten Gubernur Bank Indonesia, baru-baru ini.

Dalam keteranganya, Ia menungkapkan, perkembangan inflasi IHK yang terjaga merupakan hasil dari konsistensi kebijakan moneter serta sinergi pengendalian inflasi antara Bank Indonesia dan Pemerintah (Pusat dan Daerah) dalam Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID) melalui penguatan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) di berbagai daerah. Ke d​epan, Bank Indonesia meyakini inflasi akan tetap terkendali dalam kisaran sasaran 2,5±1% pada 2024.

Erwin menjelaskan, inflasi inti tetap terjaga rendah. Inflasi inti pada Januari 2024 tercatat sebesar 0,20% (mtm), sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya sebesar 0,14% (mtm). Realisasi inflasi inti tersebut disumbang terutama oleh komoditas emas perhiasan, biaya sewa rumah, dan biaya kontrak rumah. Secara tahunan, inflasi inti Januari 2024 tercatat sebesar 1,68% (yoy), lebih rendah dari inflasi bulan sebelumnya sebesar 1,80% (yoy).

Inflasi kelompok volatile food menurun. Kelompok volatile food pada Januari 2024 mencatat inflasi sebesar 0,01% (mtm), menurun dari inflasi bulan sebelumnya sebesar 1,42% (mtm). Perkembangan tersebut didukung terutama oleh peningkatan pasokan komoditas aneka cabai seiring perbaikan produksi. Penurunan inflasi volatile food lebih lanjut tertahan oleh inflasi komoditas tomat, bawang merah, dan beras. Secara tahunan, kelompok volatile food mengalami inflasi 7,22% (yoy), lebih tinggi dari inflasi bulan sebelumnya sebesar 6,73% (yoy).

Erwin menambahkan, inflasi kelompok administered prices mencatat deflasi. Kelompok administered prices pada Januari 2024 mengalami deflasi sebesar 0,48% (mtm), menurun dari inflasi bulan sebelumnya sebesar 0,39% (mtm). Deflasi tersebut dipengaruhi oleh penurunan tarif angkutan udara pasca berakhirnya Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru, serta penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi. Secara tahunan, inflasi kelompok administered prices tercatat sebesar 1,74% (yoy), relatif stabil dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya sebesar 1,72% (yoy).//

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

KIT Batang
EnergiHEADLINE NEWS

Terdampak Geopolitik Global, Sektor Industri Butuh Insentif Pajak Untuk Tingkatkan Daya Saing

JAKARTA, Bisnistoday – Perseteruan perang antara Amerika Serikat, Israel dan Iran telah...

Pabrik AC
HEADLINE NEWS

Krisis Pasokan Gas, Kemenperin Akui Sektor Industri Mulai Kesulitan

JAKARTA, Bisnistoday - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyoroti realisasi pelaksanaan kebijakan Harga Gas...

Suporter Maroko saat di Piala Dunia Qatar 2022 (Dok:Aljazeera)
Ekonomi & Bisnis

Maskapai di Maroko Tawarkan Tiket Khusus untuk Suporter

JAKARTA, Bisnistoday – Keberhasilan Tim Nasional Maroko melaju ke babak 32 besar...

Pameran Industri
Ekonomi & Bisnis

HIPELKI 2026: Indonesia Butuh Koalisi Advokasi untuk Mempercepat Adopsi Inovasi Kesehatan

JAKARTA, Bisnistoday - Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan inovasi kesehatan, namun...