www.bisnistoday.co.id
Kamis , 18 Juni 2026
Home EKONOMI Ekonomi & Bisnis Produk Alkes Bukukan Transaksi USD 13,16 Juta di Arab Health 2024
Ekonomi & Bisnis

Produk Alkes Bukukan Transaksi USD 13,16 Juta di Arab Health 2024

Industri Alkes
INDUSTRI Alkes Raih Kontrak Sejuta Euro di Arab Health 2024./
Social Media

DUBAI, Bisnistoday – Partisipasi Indonesia pada Pameran Arab Health 2024 berhasil membukukan potensi transaksi sebesar USD 13,16 juta, naik 43,83 persen dari nilai capaian transaksi tahun 2023. Pameran Arab Health 2024 merupakan pameran produk alat kesehatan terbesar di wilayah Timur Tengah dan Afrika. Pameran tersebut berlangsung pada 29 Januari-1 Februari 2024 di Dubai World Trade Centre (DWTC), Dubai, Persatuan Emirat Arab (PEA).

“Indonesia berhasil membukukan potensi transaksi sebesar USD 13,16 juta di Pameran Arab Health 2024. Nilai tersebut naik 43,83 persen dari capaian transaksi tahun 2023 yang tercatat sebesar USD 9,15 juta,” jelas Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Didi Sumedi.

Nilai potensi transaksi tersebut terdiri atas transaksi potensial sebesar USD 12,08 juta; penandatanganan kontrak dagang antara PT Graha Tekno Medika dengan buyer Prancis sebesar USD 1,07 juta (EUR 1 juta); serta penandatanganan kontrak dagang antara PT Mega Andalan Kalasan (MAK) dengan enam buyers yang berasal dari Qatar, PEA, Bahrain, Etiopia, Oman, dan Republik Ceko sebesar USD 825 ribu untuk produk furnitur rumah sakit.

Jenis produk yang paling banyak diminati buyer selama pameran berlangsung yakni jarum suntik, sphygmomanometer dan stetoskop, peralatan rumah sakit, ceraspon, haemostatic sponge, serta pompa infus (infusion pump). Adapun negara pembeli terbesar berasal dari Mauritius, Maroko, Persatuan Emirat Arab, India, dan Arab Saudi.

Peluang Pasar Global

Menurut Didi, keikutsertaan Indonesia pada Pameran Arab Health merupakan salah satu upaya menangkap peluang terhadap permintaan alat kesehatan dunia. “Promosi produk alat kesehatan Indonesia melalui Pameran Arab Health 2024 di Dubai ini merupakan upaya merespons tren permintaan pasar dunia terhadap alat kesehatan,” ungkap Didi.

Selama lima tahun terakhir (2019-2023) produk alat kesehatan Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang positif yaitu rata-rata 4,56 persen per tahun. Pada 2023, industri alat kesehatan Indonesia telah tumbuh sebesar 6,83 persen. Sementara pada 2022, kinerja ekspor alat kesehatan Indonesia ke dunia juga mencatatkan pertumbuhan yang positif yakni sebesar 9,27 persen dibandingkan tahun 2021.

Keikutsertaan Indonesia di Pameran Arab Health 2024 terlaksana atas kolaborasi Kementerian Perdagangan dengan Kementerian Perindustrian, Kementerian Kesehatan, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Abu Dhabi, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Dubai, Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Dubai, dan Asosiasi Produsen Alat Kesehatan Indonesia (ASPAKI). /

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Logo BI
Ekonomi & BisnisHEADLINE NEWS

Bank Indonesia Lanjutkan “Rally” BI Rate Menjadi 5,75 Persen

JAKARTA, Bisnistoday - Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang berlangsung 17-18...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Kementerian UMKM Tingkatkan Kemampuan Digitalisasi Pengusaha Mikro

BALIKPAPAN, Bisnistoday – Kementerian UMKM memberikan pelatihan digitalisasi kepada pengusaha mikro melalui...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Lima Isu Krusial dalam RUU Perkoperasian, Salah Satunya Pembentukan LPS Koperasi

JAKARTA, Bisnistoday - Pemerintah dan DPR memulai pembahasan tingkat pertama Rancangan Undang-Undang...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Agrinas Palma Nusantara Jajaki Kerja Sama Pengembangan Energi Hijau dengan Konsorsium Korea

JAKARTA, Bisnistoday - PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) menjajaki peluang kerja sama...