www.bisnistoday.co.id
Minggu , 28 Juni 2026
Home HEADLINE NEWS BI Rate Bakal Ditahan di Level 6%
HEADLINE NEWS

BI Rate Bakal Ditahan di Level 6%

Bank Indonesia diperkirakan pertahankan BI Rate./
LOGO BANK INDONESIA./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday-   Diperkirakan Suku Bunga Bank Indonesia (BI Rate) atau BI 7days Reverse Repo rate/ BI&DRR masih dipertahankan dalam level 6% dalam Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang digelar pada Rabu (20/3). Beberapa alasan yang menjadi pertimbangan, seperti potensi inflasi serta kondisi nilai tukar rupiah yang masih fluktuatif.

“Pada Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI), Rabu (20/3), diperkirakan masih akan melanjutkan keputusannya untuk mempertahankan BI Rate tetap di 6%,”  ungkap Ryan Kiryanto, Ekonom Senior dan Associate Faculty Lembaga Perbankan Indonesia/LPPI di Jakarta, Rabu (20/3).

Ryan beralasan, kebijakan BI tersebut dengan pertimbangan, pertama, outlook atau ekspektasi inflasi tahunan (yoy) ke depan cenderung naik didorong oleh kenaikan harga beras dan bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi sesuai dengan harga keekonomian.

“Lebih-lebih jelang lebaran Idul Fitri bulan April dan Maret, inflasi bulanannya yang cenderung tinggi seiring kenaikan harga kelompok pangan dan transportasi,” urainya.

Sedangkan kedua, lanjut Ryan, perkembangan kurs rupiah terhadap dolar AS yang cenderung melemah atau atau sangat fluktuatif (volatile) di tengah menurunnya surplus neraca dagang secara bulanan karena turunnya harga komoditas primer  seperti CPO, batubara, nikel dan bauksit) seiring melemahnya permintaan global.

“Dari sisi eksternal (global), stance kebijakan moneter juga masih cenderung ketat atau hawkish, salah satunya dari kenaikan suku bunga acuan oleh bank sentral Jepang (BoJ) positif 0,1% dari sebelumnya suku bunga negative,” tutur Ryan.

Menurut Ryan, keputusan RDG BI menahan BI Rate tetap 6% relatif tidak mengganggu stabilitas sistem keuangan, fungsi intermediasi oleh industri keuangan (utamanya perbankan) serta tidak mengendurkan aktivitas sektor riil atau dunia usaha. “Ini lantaran perbankan condong tidak akan mengubah stance kebijakan suku bunganya.”

Selain itu, Ryan mengatakan, pelaku usaha masih memungkinkan pencarian pembiayaan dari pasar modal yang saat ini menunjukkan kegairahan. Prinsipnya, sejauh outlook atau ekspektasi inflasi tahunan ke depan masih di atas target BI yang titik tengahnya 2,5%, maka BI cenderung akan menahan level BI Rate tetap 6%. “Stance policy ini sejalan dengan pakem saat ini, yaitu “stability over growth.”/

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Pabrik AC
HEADLINE NEWS

Krisis Pasokan Gas, Kemenperin Akui Sektor Industri Mulai Kesulitan

JAKARTA, Bisnistoday - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyoroti realisasi pelaksanaan kebijakan Harga Gas...

WAMENDAG RI, Dyah Roro Esti di Jakarta, baru-baru ini./
HEADLINE NEWS

Tantangan Perdagangan Makin Komplek, Dunia Usaha Butuh Kepastian Hukum dan Tata Kelola

JAKARTA, Bisnistoday – Kondisi sekarang, bahwa perdagangan global tengah mengalami perubahan sepertidigitalisasi,...

TOl MBZ
HEADLINE NEWSHukum

Praktisi Konstruksi : Kasus Proyek Tol MBZ Ingatkan Profesionalitas Tugas Insinyur dan Layanan Masyarakat

JAKARTA, Bisnistoday – Praktisi bidang konstruksi mengaku tercoreng muka industri jasa konstruksi...

Diskusi Keuangan
HEADLINE NEWS

Pengamat Ekonomi Soroti UU P2SK Baru Berpotensi Ancam Sistem Keuangan

JAKARTA, Bisnistoday – Pengamat ekonomi berpandangan bahwa keberadaan Pasal 50A dalam Undang-Undang Pengembangan...