JAKARTA, Bisnistoday- Diperkirakan Suku Bunga Bank Indonesia (BI Rate) atau BI 7days Reverse Repo rate/ BI&DRR masih dipertahankan dalam level 6% dalam Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang digelar pada Rabu (20/3). Beberapa alasan yang menjadi pertimbangan, seperti potensi inflasi serta kondisi nilai tukar rupiah yang masih fluktuatif.
“Pada Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI), Rabu (20/3), diperkirakan masih akan melanjutkan keputusannya untuk mempertahankan BI Rate tetap di 6%,” ungkap Ryan Kiryanto, Ekonom Senior dan Associate Faculty Lembaga Perbankan Indonesia/LPPI di Jakarta, Rabu (20/3).
Ryan beralasan, kebijakan BI tersebut dengan pertimbangan, pertama, outlook atau ekspektasi inflasi tahunan (yoy) ke depan cenderung naik didorong oleh kenaikan harga beras dan bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi sesuai dengan harga keekonomian.
“Lebih-lebih jelang lebaran Idul Fitri bulan April dan Maret, inflasi bulanannya yang cenderung tinggi seiring kenaikan harga kelompok pangan dan transportasi,” urainya.
Sedangkan kedua, lanjut Ryan, perkembangan kurs rupiah terhadap dolar AS yang cenderung melemah atau atau sangat fluktuatif (volatile) di tengah menurunnya surplus neraca dagang secara bulanan karena turunnya harga komoditas primer seperti CPO, batubara, nikel dan bauksit) seiring melemahnya permintaan global.
“Dari sisi eksternal (global), stance kebijakan moneter juga masih cenderung ketat atau hawkish, salah satunya dari kenaikan suku bunga acuan oleh bank sentral Jepang (BoJ) positif 0,1% dari sebelumnya suku bunga negative,” tutur Ryan.
Menurut Ryan, keputusan RDG BI menahan BI Rate tetap 6% relatif tidak mengganggu stabilitas sistem keuangan, fungsi intermediasi oleh industri keuangan (utamanya perbankan) serta tidak mengendurkan aktivitas sektor riil atau dunia usaha. “Ini lantaran perbankan condong tidak akan mengubah stance kebijakan suku bunganya.”
Selain itu, Ryan mengatakan, pelaku usaha masih memungkinkan pencarian pembiayaan dari pasar modal yang saat ini menunjukkan kegairahan. Prinsipnya, sejauh outlook atau ekspektasi inflasi tahunan ke depan masih di atas target BI yang titik tengahnya 2,5%, maka BI cenderung akan menahan level BI Rate tetap 6%. “Stance policy ini sejalan dengan pakem saat ini, yaitu “stability over growth.”/








































