www.bisnistoday.co.id
Senin , 4 Mei 2026
Home BURSA & KORPORASI PHM Terus Catat Prestasi, Lampaui Target Produksi
BURSA & KORPORASIKorporasi

PHM Terus Catat Prestasi, Lampaui Target Produksi

kilang pertamina
Social Media

JAKARTA- PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) sebagai operator Wilayah Kerja (WK) Mahakam dengan dukungan SKK Migas dan PT Pertamina Hulu Indonesia selaku induk usaha, terus menggenjot pelaksanaan operasi memproduksi gas dan minyak.

General Manager PHM, John Anis, mengatakan bahwa produksi gas dan minyak bumi di WK Mahakam hingga Kwartal 1-2020 tetap baik, dan sejauh ini tidak terdampak oleh pandemi Covid-19. 

“Kami tetap berjuang dan berdoa agar wabah yang tengah merebak ini tidak mempengaruhi kinerja produksi PHM di WK Mahakam, namun ke depan hal yang harus kita cermati dan menjadi keprihatinan bersama adalah dampak penurunan harga minyak mentah dunia terhadap permintaan produksi migas kami,” kata John Anis di Jakarta, Selasa (28/4).

Menurut John, hingga akhir Maret 2020 atau Kwartal I-2020, rata-rata produksi gas WK Mahakam mencapai 658,5 mmscfd (wellhead) atau di atas target teknis Work Program & Budget (WP&B) 2020 adalah 590 mmscfd.

Sementara itu, produksi likuid (minyak dan kondensat) mencapai 30,34 kbpd, sedikit lebih tinggi daripada target teknis WP&B 2020 yakni 28,43 kbpd. Capaian ini berkat penambahan produksi dari sejumlah sumur baru yang selesai dibor pada 2019 dan telah mulai berproduksi pada awal tahun ini, serta upaya pemeliharaan sumur-sumur (work over & well services) yang ada. 

Pendapatan Perusahaan/

John Anis menerangkan, dari sisi pendapatan, bagi hasil untuk Pemerintah RI adalah US$216,58 juta, masih di atas target WP&B 2020 yakni US$199,37 juta. Sementara itu, dalam hal kesehatan dan keselamatan kerja (K3), PHM juga mencatat prestasi yang baik, yakni mencapai 655 hari kerja atau 56.935.201 manhours (pada tanggal 31 Maret 2020 lalu) tanpa Lost Time Injury (LTI) atau tanpa kecelakaan yang mengakibatkan kehilangan hari kerja.

Sebagaimana diketahui harga minyak mentah dunia telah anjlok hingga mencapai US$30 per barel, sebagai akibat dari banjir pasokan di pasar ditambah lemahnya permintaan global buntut kebijakan lockdown yang diterapkan banyak negara untuk menanggulangi penyebaran Covid-19. John berharap dalam situasi lemahnya permintaan ditambah harga minyak mentah dunia yang rendah Pemerintah bersedia memberikan bantuan terhadap industri hulu migas demi mengurangi tekanan.

Sejauh ini, meski mengelola wilayah kerja migas yang telah berada pada fase penurunan produksi secara alamiah, PHM senantiasa berusaha keras dapat memberikan kontribusi yang baik bagi penerimaan negara. PHM terus berjuang untuk menghasilkan cost efficiency, melalui berbagai inovasi terutama dalam kegiatan pengeboran dan pemeliharaan sumur. Penghematan ini tentunya akan menurunkan pula biaya-biaya yang harus dibayarkan kembali oleh Pemerintah (cost recovery) kepada kontraktor.

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

Related Articles

Korporasi

Bidik Pekerja di Jakarta Selatan, PT HK Realtindo Luncurkan Cluster Cemara

DEPOK, Bisnistoday— PT HK Realtindo (HKR), anak usaha PT Hutama Karya (Persero),...

PLN Icon Plus
Korporasi

PLN Icon Plus Wujudkan Profesionalitas Karyawati melalui Program Awareness di Hari Kartini

JAKARTA, Bisnistoday - PLN Icon Plus memaknai Hari Kartini sebagai momentum untuk...

PLN Icon
Korporasi

PLN Icon Plus Dukung Layanan Retret DPRD di Lembah Tidar Magelang

MAGELANG, Bisnistoday – PLN Icon Plus mendukung keandalan layanan konektivitas dan sistem...

BursaBURSA & KORPORASIHEADLINE NEWS

Astra Tebar Deviden Fantastis Rp15,6 Triliun, Pemegang Saham Perseoran Raup Rp292 Per Saham

JAKARTA, Bisnistoday - PT Astra International Tbk  (Astra) berhasil mencetak laba bersih...