JAKARTA, Bisnistoday – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (28/05) ditutup menguat. Sementara kurs rupiah terhadap dolar AS ditutup merosot.
IHSG ditutup menguat 77,85 poin ke posisi 7.254,27. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 12,17 poin ke posisi 901,96.
Tm Riset Lotus Andalan Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Selasa (28/05) menyebut, sentimen dari pidato beberapa pejabat bank sentral AS, The Fed terus berlanjut. Pidato para pejabat The Fed terkait kebijakan suku bunga dan moneter kembali berlanjut pada pekan ini, yang mana masih terdapat sembilan pejabat atau anggota The Fed yang akan berpidato.
Namun demikian, sejauh ini sebagian besar pejabat The Fed masih bersikap hawkish, yang mana peluang penurunan suku bunga semakin menyusut, pasar memperkirakan 46,5 persen penurunan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin (bps) pada September 2024.
Peluang ini turun dari sebelumnya yang mencapai 59 persen. Fokus juga tertuju pada menanti rilis data inflasi pengeluaran pribadi AS periode April 2024 yang akan dirilis pada Jumat akhir pekan ini. Pasar memperkirakan inflasi PCE AS kali ini kembali mengalami kenaikan sebesar 0,3 persen pada bulan lalu.
Dibuka melemah, IHSG betah di teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, enam sektor meningkat yaitu dipimpin oleh sektor barang baku sebesar 3,87 persen, diikuti oleh sektor energi dan sektor infrastruktur yang masing- masing turun sebesar 1,67 persen dan 1,42 persen.
Sedangkan lima sektor terkoreksi yaitu sektor industri turun paling dalam minus 0,82 persen, diikuti sektor barang konsumen non primer dan sektor kesehatan yang minus 1,71 persen dan minus 0,38 persen.
Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu PEVE, DATA, WIKA, WIFI dan LIVE. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni TAXI, BSML, PTMP, AEGS dan TOSK.
Baca juga: Akhir Pekan IHSG Menguat, Kurs Rupiah Melemah
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.065.138 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 19,36 miliar lembar saham senilai Rp13,10 triliun. Sebanyak 287 saham naik, 240 saham menurun, dan 253 tidak bergerak nilainya.
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain, indeks Nikkei melemah 44,60 poin atau 0,11 persen ke 38,855,39, indeks Hang Seng melemah 6,18 poin atau 0,03 persen ke 18.821,16, indeks Shanghai melemah 14,46 poin atau 0,46 persen ke 3.109,57, dan indeks Strait Times menguat 11,04 poin atau 0,33 persen ke 3.329,48.
Rupiah Merosot
Di pasar uang, kurs rupiah terhadap dolar AS pada perdagangan Selasa ditutup merosot di tengah inflasi Amerika Serikat (AS) yang masih jauh dari target yang sebesar 2 persen.
Pada akhir perdagangan Selasa, kurs rupiah turun 18 poin atau 0,12 persen menjadi Rp16.090 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp16.072 per dolar AS.
“Rupiah masih dalam penyesuaian sekembalinya dari liburan panjang ketika dolar AS menguat cukup besar,” kata analis mata uang Lukman Leong seperti dikutif Antara.
Lukman menuturkan penguatan dolar AS didorong oleh inflasi yang masih jauh dari target dan penurunan yang pelan. Selain itu, rupiah melemah terbatas di tengah absennya data ekonomi penting dari domestik maupun AS.
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Selasa turun ke level Rp16.095 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp16.064 per dolar AS./









































