www.bisnistoday.co.id
Senin , 6 Juli 2026
Home EKONOMI Sektor Riil HUT ke- 3 SGN: Benahi Ekosistem Gula dan Penguatan Tebu Rakyat
Sektor Riil

HUT ke- 3 SGN: Benahi Ekosistem Gula dan Penguatan Tebu Rakyat

Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Direksi PT Sinergi Gula Nusantara SGN, anak perusahaan PTPN III Persero Holding Perkebunan yang bergerak di komoditas gula, akan memasang target benahi ekosistem gula dan penguatan tebu rakyat dalam masa 100 hari kerja pasca dilantik. Hal ini

disampaikan Direktur Utama SGN Mahmudi dalam puncak peringatan HUT SGN ke-3 di Surabaya, Jawa Timur, belum lama ini.

“Dalam 100 hari ini kami memiliki inisiatif strategi, dimana bahan baku tebu lebih 70% disuport petani , oleh karena itu program besar adalah penguatan tebu rakyat,” terang Mahmudi.

Menurutnya program tersebut menjadi strategi untuk benahi ekosistem gula yang nantinya akan memperkuat posisi tebu rakyat dan akan dilaunching dalam beberapa hari kedepan. “Upaya penguatan tebu rakyat juga akan didukung program kemenko melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) Khusus Kluster, KUR skema ini adalah yang pertama di industri pangan dan perkebunan tebu, termasuk perdana juga di SGN”, ungkapnya lebih lanjut.

KUR Khusus dipilih karena selama ini petani tebu mengalami kendala tidak bisa mengakses pendanaan modal kerja ketika plafon sudah maksimal. Skema KUR Khusus di sektor produksi tidak dibatasi dengan total akumulasi plafon KUR Khusus, sehingga dapat mengakses KUR berulang dengan suku bunga 6% tidak dikenakan suku bunga naik berjenjang.

Diharapkan skema KUR Khusus tersebut menjadi solusi pendanaan bagi kluster petani tebu. Selain melalui skema KUR Khusus SGN juga bekerja sama dengan
Bank Rakyat Indonesia (BRI) untuk pendanaan petani tebu melalui skema PUMK (Program Pendanaan Usaha Mikro dan Kecil) paket benih dan pupuk. “Selain solusi pendanaan petani, SGN juga menyiapkan ekosistem digital untuk monitoring proses teknis budidaya tanaman akses saprodi, pupuk, finansial, hingga learning center bagi petani”, kata
Mahmudi.

Selain itu pihaknya juga mendedikasikan dua ribu seratus lima puluh karyawan SGN untuk membantu mengawal tebu rakyat. Karyawan tersebut dibekali khusus dan mendapat pelatihan sebelumnya di pusat pendidikan LPP Yogyakarta. “Kita fasilitasi petani, pastikan ekosistem gula ini berjalan dengan baik. Kita harus siap 24 jam mendedikasikan diri kita, mewakafkan diri kita, inilah jihad sesungguhnya untuk industri gula,” imbuhnya.

Kado SGN

Pabrik Gula Telah Menggiling lebih 7 juta ton tebu Hingga menjelang peringatan HUT Republik Indonesia ke-79 dan Hari Jadi SGN ke-3, pabrik gula di bawah koordinasi SGN telah menggiling lebih dari 7 juta ton tebu setengah dari target tahun ini yakni 13,5 juta ton tebu, gula produksi sebesar 488 ribu ton naik dari 467 ribu ton tahun lalu di hari giling
yang sama.

“Alhamdulillah hari ini PG kita sudah menggiling lebih dari 7 juta ton tebu, tekad kita walaupun terjadi El Nino tapi produktivitas meningkat demikian juga dengan rendemen, capaian gula produksi, laba serta kesejahteraan karyawan turut meningkat,” harap Mahmudi dalam sambutannya dipuncak peringatan hari jadi SGN.

Mahmudi mengajak seluruh karyawan dan stakeholder untuk bersama-sama dengan mitra membangun industri gula yang suistanable dan memberikan dampak positif kepada negeri ini dengan
meningkatkan produktivitas. “Mari yang ada di kebun maupun pabrik gula, bersama meningkatkan produktivitas. Memenuhi kebutuhan gula konsumsi sekitar 3,3 juta ton, dengan luas kebun sebesar 500ribu hektar secara nasional, kita hanya butuh produktivitas 8 ton per hektar untuk meraih swasembada gula konsumsi,” terang Mahmudi.

Baca juga:Industri Gula Pertama Dibangun di Lahan Rawa

Sementara itu Arif Afandi Komisaris Independen SGN menyebut penetapan kelahiran entitas SGN di tanggal 17 Agustus merupakan pengingat, bahwa keberadaan SGN adalah mewujudkan kemerdekaan bangsa ini dari impor gula.

”Pendirian perusahaan yang mengikuti tanggal Proklamasi Kemerdekaan RI bukan tanpa maksud. Setiap tahun, semua keluarga PT SGN harus ingat mandat utamanya yakni memerdekakan bangsa kita dari ketergantungan gula import. Bisakah? Bisa. Perubahan besar-besaran selama 3 tahun ini telah membawa hasil. Saya pun telah melakukan riset akademik tentang aksi korporasi yang heroik ini. Saya juga yakin, tanda-tanda berhasil itu juga atas ridla Tuhan,” tegas Arif.

HUT SGN Bertabur Penghargaan
Puncak peringatan hari ulang tahun SGN ke -3 yang digelar sesuai upacara bendera memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia bertabur pemberian penghargaan baik kepada karyawan maupun pabrik gula.

“Sebagai apresiasi atas capaian kinerja hingga bulan Juli, manajemen memberikan penghargaan kepada pabrik gula, baik yang mengalami pertumbuhan meningkat dibanding tahun lalu maupun
tertinggi untuk tahun ini,” kata Mahmudi./

 

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Gerai Nellava Bullion (dok:Ist)
Sektor Riil

Nellava Bullion Bangun Jaringan Distribusi Bullion Generasi Baru di Indonesia

JAKARTA, Bisnistoday – Seiring terus berkembangnya pasar investasi logam mulia di Indonesia,...

Harga Referensi CPO
HEADLINE NEWSSektor Riil

Periode Juni 2026, Harga Referensi Komoditas Minyak Kelapa Sawit Turun

JAKARTA, Bisnistoday -  Harga Referensi (HR) komoditas minyak kelapa sawit (Crude Palm...

Sebuah pusat jajan di Tiongkok (dok: Unsplash/Alex)
EKONOMISektor Riil

Penjualan Ritel dan Sektor Jasa di Tiongkok terus Tumbuh

JAKARTA, Bisnistoday - Penjualan ritel barang konsumsi Tiongkok, indikator utama kekuatan konsumsi...

Hakornas
HEADLINE NEWSSektor Riil

Hakornas 2026, Konsumen Kunci Perbaikan Kualitas Produk Nasional

JAKARTA, Bisnistoday  – Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan pentingnya peran konsumen sebagai...