www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 4 Juli 2026
Home EKONOMI Ekonomi & Bisnis Fesyen UKM Indonesia Makin Diminati Konsumen Korea Selatan
Ekonomi & BisnisHEADLINE NEWS

Fesyen UKM Indonesia Makin Diminati Konsumen Korea Selatan

Produk fesyen
Pembeli tengah memilih pakaian asal Produk Indonesia di salah satu Pameran Fesyen global, baru-baru ini./
Social Media

SEOUL, Bisnistoday -Produk fesyen pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) Indonesia mendapat sambutan positif dari konsumen Korea Selatan. Hingga akhir Mei 2026, keikutsertaan Indonesia dalam ASEAN Panorama 2026 berhasil membukukan potensi transaksi sebesar USD1,95 juta atau sekitar Rp33,15 miliar. Pameran berlangsung selama lima bulan, mulai Mei hingga September 2026, di Seoul ASEAN Hall, Korea Press Centre, Seoul, Korea Selatan.

Atase Perdagangan RI di Seoul, Roesfitawati, mengutarakan, potensi pasar Korea Selatan bagi produk Indonesia, khususnya produk UKM, masih terbuka lebar. Capaian tersebut mencerminkan tingginya minat pasar Negeri Gingseng terhadap produk fesyen Indonesia yang mengedepankan kualitas, keunikan, serta nilai budaya.

“Melalui kolaborasi dengan ASEAN-Korea Centre (AKC), kami terus menjembatani pelaku UKM Indonesia dengan importir dan buyer potensial melalui berbagai kegiatan promosi dan kerja sama penjajakan bisnis (business matching). Ke depan, kami akan terus memperluas akses pasar agar semakin banyak UKM Indonesia mampu menembus pasar Korea Selatan,” ujar Roesfitawati.

ASEAN Panorama 2026 merupakan program promosi perdagangan tahunan yang diselenggarakan ASEAN-Korea Centre (AKC). Selain pameran produk, kegiatan ini mencakup kerja sama penjajakan bisnis (business matching), seminar ekspor, dan kunjungan ke berbagai perusahaan serta pusat bisnis untuk mempertemukan para pelaku usaha ASEAN dengan calon mitra dagang di Korea Selatan. Pada gelaran ini, Indonesia dan Brunei Darussalam mendapat kesempatan sebagai negara pembuka pameran pada Mei 2026.

Pada ASEAN Panorama 2026, Indonesia menghadirkan 10 pelaku UKM yang telah lolos proses kurasi Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan. Peserta tersebut, yaitu PT Alfazza Kayo Hanania, Bali Glams, CV Gammara Jaya Mondial, PT Haidee Orlin Indonesia, Ikids Id, PT Porto Indonesia Sejahtera, CV Rumah Jeddiah, Shiroshima Indonesia, Tirta Arta Persada, dan Zante. Para peserta memamerkan berbagai produk fesyen dan gaya hidup, seperti pakaian, tas, alas kaki, dan aksesori yang mengangkat kreativitas serta kekayaan budaya Indonesia.

Selain mengikuti pameran, para pelaku UKM juga mengikuti seminar pembiayaan dan pengembangan pasar Korea Selatan; business matching dengan sejumlah importir, antara lain Jeongjin B2B, K-Networks, dan Musinsa; serta kunjungan ke Natural Week 2026 dan Samsung C&T Fashion Group. Rangkaian kegiatan tersebut memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai tren pasar, preferensi konsumen, serta persyaratan untuk memasuki pasar Korea Selatan.

ASEAN Panorama 2026

Duta Besar RI untuk Korea Selatan, Cecep Herawan, mengapresiasi penyelenggaraan ASEAN Panorama 2026 sebagai wujud nyata penguatan kemitraan ekonomi antara ASEAN dan Korea Selatan. Cecep menilai, ajang ini menjadi katalisator peningkatan kerja sama ekonomi melalui pameran produk, business matching, dan seminar akses pasar yang mempertemukan pelaku usaha ASEAN dengan buyer serta jaringan distribusi di Korea Selatan.

Menurutnya, ajang ini juga sejalan dengan upaya penguatan hubungan bilateral Indonesia–Korea Selatan, terlebih setelah kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Korea Selatan pada Maret 2026 yang semakin memperkokoh kemitraan strategis komprehensif khusus kedua negara.

“ASEAN Panorama 2026 tidak hanya membuka peluang akses pasar bagi produk Indonesia, tetapi juga memperkuat soft power dan posisi Indonesia produk Indonesia di Korea Selatan. Selain itu, ajang ini turut mempererat solidaritas ASEAN dengan menghadirkan seluruh negara anggota dalam satu platform promosi bersama,” ujar Cecep.

Marketing Manager Musinsa, Nara Kim menilai produk fesyen Indonesia memiliki karakter yang kuat dan diferensiasi yang menarik karena mengangkat unsur kriya dan budaya. Menurutnya, keunggulan tersebut semakin diperkuat dengan konsep buatan tangan (handmade), volume produksi terbatas (limited production), serta cerita di balik setiap produk./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

HEADLINE NEWSHukum

Diperiksa KPK Soal Suap Hutan, Menhut Raja Juli Akui Kembalikan Amplop Bupati Kuansing

JAKARTA, Bisnistoday - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengakui adanya sebuah...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Kemenkop dan Agrinas Palma Bangun Model Kemitraan Koperasi Sawit

JAKARTA, Bisnistoday - Kementerian Koperasi dan PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) menjalin...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Digelar Masif, Kemenkop dan Dekopin Gelar Kick Off Bulan Koperasi Indonesia

JAKARTA, Bisnistoday – Kementerian Koperasi (Kemenkop) bersama Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) menggelar...

PELABUHAN PRIOK
Ekonomi & BisnisHEADLINE NEWS

Neraca Perdagangan Indonesia Januari-Mei 2026 Catatkan Surplus USD 4,03 Miliar

JAKARTA, Bisnistoday -  Kinerja perdagangan luar negeri Indonesia masih menunjukkan ketahanan pada...