JAKARTA, Bisnistoday – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih berpeluang menguat masih berada di awal tahun baru 2025. Pada perdagangan Senin (6/1), IHSG diperkirakan menguji level resistance 7203, dengan rentang perdagangan di level 7120 hingga 7230. Sementara, level support cukup kuat berada di posisi 7.050.
Hal tersebut diungkapkan Tim Riset Mirae Asset Sekuritas dalam keterangannya di Jakarta, Senin (6/1). Sedangkan pada penutupan perdagangan akhir pekan kemarin, Jumat (3/1) IHSG ditutup menguat +0,02%. Sektor teknologi, energi dan telekomunikasi menjadi penggerak indeks dengan saham-saham seperti GOTO, BREN dan TLKM.
Investor asing tercatat melakukan penjualan bersih di pasar regular senilai IDR479bn dengan porsi net sell terbesar pada saham-saham perbankan seperti BBNI, BBRI, dan BMRI.
Indeks saham utama AS ditutup lebih tinggi pada hari Jumat setelah awal yang lemah di perdagangan awal tahun ini. Meskipun begitu, tiga indeks utama AS mengalami penurunan di minggu ini. S&P 500 naik +1,26%, Nasdaq naik +1,77%, dan indeks Dow naik +0,8%.
Pemerintah mulai salurkan pupuk subsidi untuk masa tanam tahun 2025. Pemerintah mengalokasikan 9,5 juta ton pupuk subsidi yang terdiri rari 4,6 juta ton pupuk urea, 4,2 juta ton pupuk NPK, 147.000 ton pupuk NPK kakao dan 0,5 juta ton pupuk organik. Pupuk subsidi disalurkan ke petani subsektor tanaman pangan (padi, jagung, kedelai), hortikultura (cabai, bawang merah, bawang putih), dan perkebunan (tebu, kakao, kopi).
Rekomendasi Saham :
- Saham PSAB, trading buy, support : 240, resistance : 256, target price : 316 (+28.46%) serta cut loss : 206
- Saham DOID, trading buy, support : 535, resistance : 575, target price : 710 (+26.79%) serta Cut loss : 500.
- Saham EMTK, buy on weakness, support : 515, resistance : 540, target price : 560 (+6.67%) serta cut loss : 482./




