JAKARTA, Bisnistoday – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mendorong internalisasi budaya kerja RAMAH (Responsif, Akuntabel, Melayani, Adaptif, Harmonis) dan SANTUN (Setia, Amanah, Negarawan, Teladan, Unggul, Ngemong) sebagai langkah transformasi budaya di lingkungan kementerian.
Langkah ini disosialisasikan melalui Biro Organisasi dan Sumber Daya Manusia, dengan harapan budaya kerja tersebut dapat menjadi pedoman perilaku seluruh aparatur, baik di tingkat pusat maupun daerah.
Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kemendikdasmen, Suharti, menekankan pentingnya penerapan nilai RAMAH dan SANTUN secara menyeluruh.
“Sosialisasi ini memang diharapkan diikuti oleh semua, tidak hanya dari pusat tetapi juga di daerah. Harapannya tidak hanya pimpinan, tetapi semua orang yang bekerja di Kemendikdasmen – dari pimpinan sampai pelaksana, bahkan petugas keamanan dan tenaga pendukung – juga harus melaksanakan budaya kerja ini,” ujarnya di Jakarta, Kamis (4/9)
Lebih jauh, Suharti mengutip pesan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, yang menggambarkan Kemendikdasmen sebagai sebuah rumah pendidikan.
“Pak Menteri selalu mengatakan bahwa Kemendikdasmen itu layaknya rumah pendidikan. Rumahnya harus baik, dan orang-orang yang mengelolanya harus santun. Jika budaya kerja RAMAH dan SANTUN benar-benar diterapkan, dampaknya akan meluas seperti gelombang, menginspirasi hingga ke dinas daerah, guru, murid, bahkan orang tua siswa,” jelasnya
Budaya Kerja yang Menginspirasi
Budaya kerja RAMAH dan SANTUN diharapkan tidak berhenti pada tataran internal, tetapi juga memberikan teladan hingga ke sekolah dan masyarakat. Dengan begitu, tercipta ekosistem pendidikan yang sehat, santun, dan inspiratif.
“Ketika guru melihat bagaimana cara kita bekerja dengan baik, mereka juga terinspirasi. Murid pun melihat contoh guru yang menginspirasi, lalu menerapkannya dalam kehidupan mereka. Dari situlah budaya kerja ini tidak hanya memperkuat lembaga, tapi juga memberi manfaat luas bagi masyarakat,” tambah Suharti
Buku Saku RAMAH dan SANTUN
Kepala Biro Organisasi dan SDM, Abdullah Faqih, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan Buku Saku Budaya Kerja RAMAH dan SANTUN sebagai panduan praktis bagi pegawai.
“Buku ini memuat nilai inti budaya kerja RAMAH dan SANTUN. Nanti, kita akan melakukan sosialisasi nilai budaya kerja ini lebih lanjut, termasuk definisi operasionalnya, dan yang tidak kalah penting adalah memahami serta mengontekstualisasikannya dalam kehidupan sehari-hari di kantor maupun di masyarakat,” ujarnya
Melalui gerakan sosialisasi ini, Kemendikdasmen berharap nilai RAMAH dan SANTUN dapat menjadi ruh dalam penyelenggaraan pendidikan bermutu serta menjadi fondasi dalam membangun budaya kerja yang profesional, humanis, dan berintegritas.//









































