JAKARTA, Bisnistoday – Sinyal kebijakan terbaru dari bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (The Fed), diperkirakan akan memengaruhi langkah Bank Indonesia (BI) dalam keputusan suku bunga pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) 16–17 Desember mendatang.
The Fed secara resmi memangkas suku bunga acuan Federal Funds Rate (FFR) sebesar 25 basis poin, dari 4% menjadi 3,75%. Meski demikian, langkah ini dianggap sebagai “hawkish cut” karena pemangkasan dilakukan terbatas dan disertai sinyal bahwa ruang pelonggaran di masa depan akan jauh lebih sempit daripada ekspektasi pasar.
Menurut Rully Arya Wisnubroto, Senior Analis PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, The Fed dalam rilis dot plothanya mengindikasikan satu kali pemangkasan suku bunga pada 2026, jauh di bawah perkiraan pasar yang sebelumnya memproyeksikan dua kali pemangkasan atau lebih.
“Dot plot tersebut menunjukkan Fed memang memasuki fase pelonggaran, tetapi jalurnya sangat dangkal dan sarat ketidakpastian,” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa The Fed masih melihat risiko inflasi tetap bias ke atas, sehingga tidak ada justifikasi untuk melakukan siklus penurunan agresif.
Sikap tersebut memperkuat narasi “higher for longer”, yakni suku bunga tetap tinggi dalam jangka waktu lebih lama walaupun perlahan turun. Kondisi ini berpotensi mempertahankan kekuatan dolar AS dan membuat imbal hasil US Treasury (UST) tetap tinggi dalam beberapa waktu ke depan.
Baca Juga : Tahun 2026, Momentum Kuat Sektor Komoditas, Konsumsi, dan Telekomunikasi
Dampaknya, pasar domestik, termasuk nilai tukar rupiah, dapat tertekan. BI pun diprediksi tidak akan terburu-buru ikut menurunkan suku bunga acuan.
“Kami memperkirakan BI akan menahan BI rate di 4,75% pada RDG Desember,” kata Rully. Kebijakan yang stabil dianggap lebih aman di tengah ketidakpastian global dan potensi tekanan terhadap arus modal.
Dengan masih tingginya ketidakpastian global dan perlambatan pelonggaran The Fed, pelaku pasar kini menantikan bagaimana BI akan merespons dinamika eksternal sembari menjaga stabilitas ekonomi dalam negeri.//









































