SURABAYA, Bisnistoday – Kemendikdasmen mengalokasikan Rp917 miliar lebih untuk 1.390 sekolah diperbaiki dan 3 unit sekolah baru program revitalisasi di Jawa Timur. Selain revitalisasi ini, program prioritas nasional lainya mencakup Digitalisasi Pembelajaran, serta peningkatan kompetensi guru. Hal ini merupakan pembahasan utama Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Provinsi Jawa Timur Tahun 2027, baru-baru ini.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti menjelaskan, implementasi program prioritas nasional di Jawa Timur menunjukkan capaian yang signifikan, khususnya dalam peningkatan sarana dan prasarana pendidikan.
“Program prioritas Bapak Presiden dan terlaksana dengan sangat baik di Jawa Timur. Untuk program revitalisi di Jawa Timur, ada 1.390 sekolah diperbaiki dan 3 unit sekolah baru dengan total anggaran Rp917 miliar lebih. Sepertinya ini yang terbesar se-Indonesia dan alhamdulillah sudah terlaksana 100 persen,” ungkap Abdul Mu’ti.
Mendikdasmen mengutarakan, program Digitalisasi Pembelajaran di Jawa Timur menunjukkan capaian yang signifikan, baik dari sisi distribusi perangkat maupun pemanfaatannya. “Untuk digitalisasi di Jawa Timur, ada 39.843 Interactive Flat Panel (IFP) dan semuanya sudah terdistribusi ke sekolah-sekolah di seluruh Jawa Timur. Sudah juga dilakukan pelatihan untuk para gurunya, mudah-mudahan dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” ujar Mu’ti.
Menteri Mu’ti juga memaparkan berbagai program prioritas pendidikan pada tahun 2026 yang mencakup perluasan akses bantuan pendidikan bagi peserta didik serta peningkatan kualifikasi dan kompetensi guru. Pemerintah juga mengalokasikan anggaran revitalisasi sebesar Rp14,062 triliun untuk 11.655 satuan pendidikan secara nasional, serta melanjutkan program digitalisasi dengan penambahan tiga perangkat IFP per satuan pendidikan.
Program PIP (Program Indonesia Pintar) akan diperluas hingga jenjang TK serta menjangkau jutaan peserta didik di seluruh Indonesia. Selain itu, peningkatan kualifikasi guru dilakukan melalui skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dengan beasiswa Rp3 juta per semester bagi 150 ribu guru, serta didukung program pelatihan bahasa Inggris bagi guru SD sebagai persiapan penerapan mata pelajaran bahasa Inggris mulai kelas 3 SD pada tahun 2027.
Program Prioritas Pemerintah
Sementara itu, Menteri PPN/Bappenas RI, Rachmat Pambudy menekankan pentingnya dukungan pemerintah daerah dalam pelaksanaan program prioritas nasional, termasuk pembangunan Sekolah Rakyat, Digitalisasi Pembelajaran, Koperasi Merah Putih, dan Kartu Usaha Afirmatif serta program prioritas lainnya.
“Kami harapkan dukungan dan sinergi dari pemerintah daerah, khususnya proyek-proyek besar yang berdekatan nasional, mulai dari pembangunan sekolah rakyat, digitalisasi pendidikan, koperasi Merah Putih, Kartu Usaha Afirmatif, dan proyek-proyek lain yang sangat penting khususnya yang ada di wilayah Jawa Timur,” jelasnya./

