BANDUNG, Bisnistoday – Kota Bandung kembali menjadi rujukan bagi pemerintah daerah dalam pengelolaan transportasi perkotaan. Pemerintah Kota (Pemkot) Padang melakukan kunjungan kerja ke Kota Bandung untuk mempelajari berbagai inovasi, mulai dari digitalisasi parkir hingga pengembangan sistem transportasi yang terintegrasi.
Dalam pertemuan yang berlangsung di Pendopo Kota Bandung, Senin (29/6), Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menjelaskan tantangan yang dihadapi Kota Bandung sebagai kota metropolitan dengan mobilitas masyarakat yang terus meningkat.
Menurut Farhan, jumlah kendaraan bermotor di Kota Bandung saat ini hampir menyamai jumlah penduduk. Dari sekitar 2,6 juta penduduk, tercatat sekitar 2,3 juta kendaraan bermotor, dengan sekitar 1,7 juta di antaranya merupakan sepeda motor.
Ia mengatakan, kondisi tersebut menjadi alasan penting bagi pemerintah untuk terus membenahi sistem transportasi dan perparkiran agar lebih tertib dan efisien.
“Kami sedang mencari investor untuk pembangunan gedung parkir. Harapannya, pengembangan pusat perbelanjaan maupun hotel juga diikuti dengan penyediaan fasilitas parkir yang memadai sehingga mampu mengurangi parkir di badan jalan,” kata Farhan, dalam keterangan resminya, Selasa (30/6).
Farhan menambahkan, meningkatnya konektivitas Kota Bandung melalui Kereta Cepat Whoosh, rencana beroperasinya kembali Bandara Husein Sastranegara, serta semakin terhubungnya jaringan jalan tol akan berdampak pada meningkatnya mobilitas masyarakat. Karena itu, kebutuhan terhadap sistem parkir yang modern menjadi semakin penting.
“Kami berharap pertemuan ini menjadi ruang berbagi pengalaman antardaerah dalam menghadapi tantangan transportasi dan pengelolaan parkir di kawasan perkotaan,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, mengatakan kunjungan tersebut bertujuan mempelajari praktik terbaik yang telah diterapkan Kota Bandung dalam pengelolaan transportasi massal, sistem parkir, dan digitalisasi pelayanan publik.
Menurutnya, Kota Padang menghadapi tantangan yang hampir sama seiring berkembangnya infrastruktur dan meningkatnya mobilitas masyarakat.
“Kami melihat Bandung sudah lebih maju dalam digitalisasi parkir maupun sistem transportasi. Karena itu kami datang untuk belajar dan berbagi pengalaman agar dapat diterapkan di Kota Padang,” kata Maigus.
Ia menjelaskan, dalam beberapa tahun ke depan mobilitas di Kota Padang diperkirakan terus meningkat seiring pembangunan sejumlah proyek strategis, seperti flyover, jalan tol menuju Bukittinggi, hingga berkembangnya kawasan wisata Mentawai yang menjadi salah satu destinasi selancar kelas dunia.
Selain mempelajari sistem transportasi di Kota Bandung, Pemkot Padang juga memperkenalkan aplikasi Padang Mobile yang mengintegrasikan berbagai layanan pemerintahan, pemantauan transportasi umum, serta program pembinaan karakter berbasis digital.E2








































