www.bisnistoday.co.id
Selasa , 14 Juli 2026
Home HEADLINE NEWS Fokus Perluas Basis Objek Pajak Baru, Menkeu Purbaya Jamin Stabilitas Dunia Usaha
HEADLINE NEWS

Fokus Perluas Basis Objek Pajak Baru, Menkeu Purbaya Jamin Stabilitas Dunia Usaha

Social Media

JAKARTA – Pemerintah berkomitmen untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional dengan memastikan tidak akan ada kenaikan tarif perpajakan dalam jangka menengah. Kebijakan strategis ini diambil guna memberikan kepastian usaha serta menjaga momentum penguatan iklim investasi di dalam negeri.

Sebagai gantinya, otoritas fiskal akan memfokuskan seluruh instrumen kebijakan pada upaya perluasan basis penerimaan negara yang lebih merata. Langkah ini diharapkan mampu mengoptimalkan pendapatan tanpa harus memberikan beban tambahan bagi para wajib pajak yang sudah patuh.

“Mengenai strategi jangka menengah pemerintah untuk memperkuat basis penerimaan negara, perpajakan diarahkan pada perluasan basis tanpa semata-mata menaikkan tarif,” kata Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, di Jakarta, Selasa (14/7).

Purbaya menjelaskan bahwa perluasan basis tersebut akan diakselerasi melalui pemanfaatan integrasi data dan pemutakhiran teknologi terkini. Intervensi digital ini ditargetkan mampu menjangkau aktivitas ekonomi digital yang masif, sektor informal, serta menekan potensi shadow economy.

Sementara itu, pada sektor kepabeanan dan cukai, pemerintah bakal memperketat pengawasan melalui digitalisasi layanan serta peningkatan frekuensi audit lapangan. Penindakan tegas terhadap praktik impor ilegal dan peredaran barang kena cukai tanpa izin juga akan diintensifkan demi melindungi industri domestik.

Seluruh langkah preventif dan represif di bidang kepabeanan ini dipastikan tetap berjalan selaras dengan misi mendukung aktivitas ekspor. Pemerintah berkomitmen agar fungsi pengawasan tidak sampai mengganggu kelancaran arus logistik dan kegiatan operasional dunia usaha di lapangan.

Berdasarkan catatan fiskal terkini, realisasi penerimaan perpajakan nasional pada paruh pertama tahun ini telah menunjukkan performa yang cukup menggembirakan. Pertumbuhan positif sebesar puluhan persen dibandingkan periode fiskal sebelumnya menjadi modal berharga bagi ketahanan kas negara.

“Meskipun diperkirakan bakal mengalami kekurangan (shortfall) dari target APBN, nilai tersebut jauh lebih kecil dibandingkan tahun sebelumnya,” pungkas Purbaya.

Penurunan angka celah realisasi tersebut menjadi indikator bahwa reformasi administrasi perpajakan yang dijalankan pemerintah mulai membuahkan hasil positif. Konsistensi dalam memperluas basis objek pajak baru diyakini akan menjadi kunci utama dalam mewujudkan postur anggaran negara yang sehat dan mandiri.E2

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Gub Pramono
HEADLINE NEWSJakarta Region

Beroperasi Agustus 2026, Gubernur Pramono Pantau Proyek LRT Jakarta Rute Velodrome-Manggarai

JAKARTA, Bisnistoday - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung didampingi Direktur Utama Jakarta...

NELAYAN TRADISIONAL
HEADLINE NEWS

Presiden Prabowo Perintahkan Pemberian Harga Khusus BBM untuk Kapal Nelayan Ukuran 30–200 GT

JAKARTA, Bisnistoday – Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan pemberian harga khusus Bahan...

Guru Besar ITB
HEADLINE NEWS

Ekonom Tak Cukup Hanya Mengamati, Harus Ikut Merancang Sistem yang Tangguh

BANDUNG, Bisnistoday - Seorang ekonom tidak cukup hanya menjelaskan bagaimana pasar bekerja,...

GEDUNG BEI
HEADLINE NEWS

“Net Sell” Asing Masih Menahan Penguatan Pasar

JAKARTA, Bisnistoday – Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih dibayang-bayangi setimen...