www.bisnistoday.co.id
Selasa , 18 Agustus 2026
Home HEADLINE NEWS “Net Sell” Asing Masih Menahan Penguatan Pasar
HEADLINE NEWS

“Net Sell” Asing Masih Menahan Penguatan Pasar

GEDUNG BEI
Papan Pemantau Digital Pasar Saham di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, belum lama ini.
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih dibayang-bayangi setimen arus net flow asing yang belum sepenuhnya berhenti. Kendati aksi borong saham lumayan banyak, sentiment tersebut menjadi pengganjal kenaikan laju pasar.

Pada perdagangan Jumat (10/7), kemairn, IHSG menguat tipis 11,91 poin atau 0,20% ke 5.924. Sebanyak 364 saham naik, 241 saham turun dan 185 saham stagnan.Rully Arya Wisnubroto, Senior Analis PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia mengatakan, IHSG menguat 0,2% pada penutupan Jumat, namun didukung oleh nilai transaksi yang relatif tipis sekitar IDR 8,8triliun.

“Aktivitas tertinggi masih terjadi pada saham emiten baru yang listing pekan lalu, meski kinerjanya di pasar sekunder belum menggembirakan. Investor asing membukukan net sell moderat di pasar reguler sekitar IDR285miliar, yang ikut menahan potensi penguatan lebih lanjut.”

Di sisi lain, menurut Rully Arya Wisnubroto, tekanan terhadap Rupiah belum mereda, dengan kurs penutupan kembali menembus level 18.000 per dolar AS. Ini mengindikasikan bahwa kenaikan BI Rate sebesar total 100 bps sejauh ini belum cukup untuk membalikkan sentimen terhadap Rupiah.

“Data makro terbaru pun memberi sinyal kombinasi yang kurang nyaman: inflasi yang tetap tinggi bersamaan dengan tanda-tanda perlambatan aktivitas domestik, tercermin dari penurunan PMI manufaktur, kontraksi pertumbuhan penjualan ritel, serta pelemahan indeks keyakinan konsumen.”

Sementara, Jessica Tasijawa, Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia menambahkan, beberapa isu menarik pasar yang patut dicermati seperti, peluncuran program biodiesel B50, memproyeksikan penghematan devisa tahunan sekitar Rp177 triliun (USD10 miliar) dengan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar impor sekaligus menurunkan emisi karbon sekitar 44 juta ton CO₂ per tahun.

Isu lainnya, juga yang patut dicermati seperti pencairan pengembalian pajak (restitusi) turun 31,5% YoY menjadi Rp171,2 triliun pada 1H26, terutama didorong oleh pengembalian PPh Badan yang lebih rendah (-40,0% YoY) dan pengembalian PPN domestik (-29,7% YoY).

Sementara penurunan tersebut untuk sementara mendukung realisasi penerimaan pajak dan saldo APBN, laporan pencairan pengembalian dana yang tertunda menunjukkan bahwa sebagian dari peningkatan tersebut mencerminkan manajemen arus kas daripada pengumpulan pajak yang lebih kuat, yang pada akhirnya dapat membebani likuiditas bisnis dan sentimen investasi jika normalisasi tertunda.

Hal lainnya, menurut Jessica, BI menyerap total Rp30  triliun di dua lelang SRBI pekan lalu, tidak berubah dari pekan sebelumnya, dengan tetap mempertahankan imbal hasil yang diterima yang menarik di kisaran 7,3% (6M), 7,5% (9M), dan 7,7% (12M).

Permintaan tetap terkonsentrasi pada tenor 12 juta dengan jumlah total yang diterima mencapai Rp27,6 triliun, memperkuat pandangan kami bahwa BI akan terus mengandalkan SRBI sebagai instrumen stabilisasi berbasis pasar utama sambil mempertahankan imbal hasil Rupiah yang menarik di tengah tekanan nilai tukar yang terus berlanjut.//

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Motor Listrik
Ekonomi & BisnisHEADLINE NEWS

Industri Kecil dan Menengah Terbuka Peluang Jadi Pemasok Motor Listrik Nasional

JAKARTA, Bisnistoday - Pemerintah mendorong keterlibatan industri kecil dan menengah (IKM) dalam...

GEDUNG BEI
HEADLINE NEWS

Pembacaan RAPBN 2027 Mendapat Respon Positif Pasar

JAKARTA, Bisnistoday- Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 1,58% ke posisi...

HUT RI
HEADLINE NEWS

Pelaksanaan Upacara HUT RI di Istana Merdeka Berlangsung Khidmat

JAKARTA, Bisnistoday – Pelaksanaan upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke...

Toko Emas
HEADLINE NEWS

Permintaan Naik, Harga Emas Kembali Meningkat Periode II Agustus 2026

JAKARTA, Bisnistoday – Kementerian Perdagangan telah menetapkan Harga Patokan Ekspor (HPE) dan...