BANDUNG, Bisnistoday – Seorang ekonom tidak cukup hanya menjelaskan bagaimana pasar bekerja, tetapi juga perlu merancang sistem yang mampu menghadapi krisis dan melindungi masyarakat. Gagasan tersebut disampaikan Deddy Priatmodjo Koesrindartoto, dosen Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) dari Kelompok Keahlian Risiko Bisnis dan Keuangan (Business Risk and Finance), dalam pidato pengukuhannya sebagai guru besar di Aula Barat ITB, Sabtu (11/7), melalui paparan bertajuk “Economist as an Engineer: untuk Ekonomi yang Tangguh dan Berkeadilan”.
Dalam paparannya, Deddy mengajak untuk melihat kembali peran seorang ekonom di tengah tantangan ekonomi global yang semakin kompleks. Menurutnya, ekonom tidak hanya bertugas menjelaskan mengapa suatu fenomena ekonomi terjadi, tetapi juga harus mampu merancang sistem yang lebih kuat, adaptif, dan siap menghadapi berbagai perubahan.
“Hari ini saya ingin mengajukan suatu pertanyaan yang sudah lama mengganggu cara pandang saya melihat ekonomi. Apakah tugas ekonom hanya menjelaskan dunia, atau juga mendesain dunia agar tidak mudah runtuh?” ujarnya.
Ia kemudian melanjutkan pertanyaannya dengan menekankan bahwa ekonom tidak seharusnya berhenti sebagai pengamat pasar.
“Haruskah kita puas menjadi pengamat pasar, atau kita harus menjadi insinyur yang merancang sistem kebijakan dan pasar itu sendiri?” lanjutnya.
Menurut Deddy, cara pandang tersebut lahir dari pengalaman pribadinya saat menempuh studi doktoral di Amerika Serikat ketika Indonesia dilanda krisis moneter 1997–1998. Dari kejauhan, ia menyaksikan bagaimana sistem ekonomi Indonesia mengalami guncangan besar yang tidak sepenuhnya dapat dijelaskan oleh teori ekonomi konvensional.
Pengalaman mempelajari krisis deregulasi industri kelistrikan California juga memperkuat keyakinannya bahwa desain pasar yang kurang tepat dapat memicu kegagalan sistem. Dari situlah ia mulai mendalami pendekatan Agent-Based Computational Economics (A.C.E.), yang memandang ekonomi sebagai hasil interaksi banyak pelaku dengan karakter, tujuan, dan informasi yang berbeda-beda.
Berbeda dengan model ekonomi neoklasik yang mengasumsikan kondisi serba ideal dan keseimbangan pasar, pendekatan A.C.E. melihat bahwa sistem ekonomi terus berkembang secara dinamis. Setiap pelaku dapat belajar, beradaptasi, dan saling memengaruhi sehingga perubahan kecil sekalipun dapat menghasilkan dampak yang besar terhadap keseluruhan sistem.
Menurut Deddy, pendekatan tersebut membuka peluang bagi ekonom untuk tidak hanya memahami persoalan ekonomi, tetapi juga merancang kebijakan yang lebih tangguh menghadapi ketidakpastian, lebih adaptif terhadap perubahan, dan lebih berkeadilan bagi masyarakat.
Menutup paparannya, Deddy mengibaratkan peran ekonom seperti seorang insinyur yang bertanggung jawab memastikan sistem yang dibangun tetap kokoh.
“Jika insinyur bertugas memastikan jembatan tidak runtuh, maka tugas ekonom adalah memastikan sistem kebijakan dan pasar tidak akan menjatuhkan mereka yang kita layani,” tutupnya.
Melalui pidato pengukuhan ini, Deddy mengajak akademisi, pembuat kebijakan, dan praktisi untuk memandang ekonomi bukan hanya sebagai ilmu yang menjelaskan perilaku pasar, tetapi juga sebagai disiplin yang mampu merancang sistem ekonomi yang lebih tangguh, adaptif, dan berkeadilan bagi masyarakat.E2










































