JAKARTA, Bisnistoday,- Panggung musik klasik Indonesia kembali menjadi sorotan utama menyusul persiapan matang dari ensambel simfoni ternama Tanah Air. Twilite Orchestra, yang memegang predikat sebagai orkestra simfoni tertua di Indonesia yang masih aktif hingga kini, bersiap menandai perjalanan panjangnya di industri seni pertunjukan melalui sebuah gelaran musik akbar bertajuk “Twilite Orchestra 35th Anniversary Concert”. Pertunjukan yang dipimpin langsung oleh konduktor kawakan Addie MS ini dijadwalkan berlangsung di Aula Simfonia Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada 6 September mendatang.
Tingginya antusiasme masyarakat terhadap seni musik orkestra terpancar jelas dari respons pembeli tiket yang luar biasa. Ketika penjualan tiket secara online resmi dibuka pada 16 Juli lalu, seluruh kuota yang disediakan panitia langsung habis terjual hanya dalam kurun waktu satu jam. Penjualan kilat ini menjadi bukti nyata betapa tingginya apresiasi serta kerinduan publik terhadap pertunjukan berkualitas tinggi dari orkestra besutan Addie MS tersebut.
Momen bersejarah ini terasa semakin emosional bagi Addie MS selaku pendiri sekaligus konduktor utama yang telah mengawal kelompok musik ini sejak awal berdiri. “Saya tidak membayangkan Allah SWT mengizinkannya saya bersama Twilite Orchestra bisa berkarya hingga hari ini. Di awal berdirinya Twilite Orchestra, beberapa rekan saya berkomentar bahwa kami tidak akan bertahan lebih dari dua bulan, karena ekosistem musik simfonik yang memang sangat tidak kondusif saat itu,” kata Addie MS saat jumpa pers di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa, 28 Juli.
Pendirian Twilite Orchestra pada 8 Juni 1991 silam tidak serta-merta berjalan mulus tanpa hambatan di tengah industri musik nasional. Pada masa awal pembentukannya, seni musik simfoni masih diyakini sebagai genre yang segmented dan sulit berkembang pesat di Indonesia. Keraguan dari berbagai pihak sempat mewarnai langkah awal Addie MS bersama para pendiri lainnya dalam membangun fondasi orkestra yang berkelanjutan.
Kendati demikian, keteguhan visi serta konsistensi karya berhasil membuktikan bahwa kelompok musik klasik ini mampu bertahan menembus batas waktu. Perjalanan selama tiga setengah dekade ini membuktikan adaptability serta dedikasi tanpa henti dari seluruh musisi yang terlibat di dalamnya. Dukungan ekosistem sekitar juga menjadi pilar penting yang menjaga keberadaan kelompok musik ini tetap relevan bagi masyarakat lintas generasi.
Keberlanjutan pertunjukan musik skala besar ini tentu membutuhkan sinergitas erat dengan berbagai elemen pendukung seni. Addie MS menambahkan, konsistensi dan keberlanjutan Twilite Orchestra hingga saat ini tidak lepas dari dukungan berkelanjutan dari para sahabat, media, keluarga, serta pilar pendukung yang percaya pada visi pengembangan musik orkestra .
Kemegahan Panggung
Menandai usia tiga setengah dekade berkarya, Twilite Orchestra telah merancang sajian musik kolaboratif berskala internasional yang sangat memukau. Panggung konser perayaan ini dipastikan bakal menghadirkan penyanyi soprano kenamaan asal Sydney Opera House, Meechot Marrero. Penampilan kelas dunia tersebut akan disempurnakan oleh kehadiran solois tenor terbaik kebanggaan Indonesia, Oswin Wilke.
Keindahan aransemen musik yang dibawakan oleh 74 musisi berbakat dalam Twilite Orchestra juga akan diperkaya oleh dentingan harpa dari Rama Widi. Tidak berhenti di situ, kemegahan harmonisasi suara akan dilipatgandakan melalui keterlibatan 200 penyanyi paduan suara gabungan dari enam kelompok ternama. Enam kelompok paduan suara tersebut meliputi Twilite Chorus, Perbanas Institute Choir, PSM IPB Agria Swara, Paduan Suara Gita Swara Jaya, Uhamka Choir, serta PSM Universitas Mercu Buana.
Dukungan penuh dari sektor swasta dan yayasan nirlaba turut memperkuat penyelenggaraan perayaan seni berskala besar ini. Founder Adinda Bakrie Foundation, Adinda Bakrie, berharap momen anniversary ini menjadi pijakan untuk melangkah lebih jauh dalam mewarnai seni pertunjukan Indonesia. “Senang sekali Twilite Orchestra dapat menyentuh sampai 35 tahun. Semoga ini bukan hanya sekedar ceremony, tetapi menjadi pijakan untuk bisa terus melangkah lebih jauh. Sukses selalu untuk Mas Addie dan Twilite Orchestra,” ujar Adinda Bakrie.
Repertoar Lintas Genre
Repertoar lagu yang disusun untuk konser spektakuler ini dirancang khusus guna merefleksikan rekam jejak Twilite Orchestra sejak didirikan pada 1991 hingga masa kini. Para penonton akan disuguhkan perjalanan musikal komprehensif yang merangkum beragam aliran musik populer maupun klasik. Eksplorasi genre tersebut mencakup musik film, musik gim, teater musikal Broadway, opera klasik, hingga gubahan indah lagu-lagu daerah Indonesia.
Sejumlah komposisi legendaris telah disiapkan untuk memanjakan telinga para pencinta musik simfoni di ruang konser. Di antaranya adalah karya klasik “Die Fledermaus Overture” susunan Johann Strauss II, lagu ikonik gim “Liberi Fatali” karya Nobuo Uematsu, karya megah “Phantom of the Opera” susunan Andrew Lloyd Webber, hingga karya orisinal “Fantasia Nusantara” ciptaan Addie MS.
Bagi masyarakat penikmat musik simfoni yang belum berkesempatan memperoleh tiket pada sesi penjualan umum lalu, masih tersisa satu jalur alternatif. Alokasi tiket khusus masih disediakan bagi para nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang dapat dibeli secara praktis melalui aplikasi BRImo. Keterlibatan Corporate Secretary BRI Dhanny serta Direktur PT Summarecon Agung Tbk Soegianto Nagaria menyampaikan bahwa keterlibatan mereka merupakan wujud komitmen dalam mendukung ruang kreatif, pelestarian budaya, serta pembentukan karakter bangsa melalui apresiasi seni pertunjukan berkualitas.(adit)



















![Seorang petugas pemadam kebakaran menyemprotkan air ke hutan yang terbakar di wilayah Lege-Cap-Ferret, Prancis barat, pada 24 Juli 2026 [Caroline Blumberg/AP]](https://bisnistoday.co.id/wp-content/uploads/2026/07/Karhutla-680x533.jpg)






















