JAKARTA, Bisnistoday – Penggerak Usaha Mikro serta Presiden Kawulo Alit Indonesia (KAI), Ali Mahsun Atmo memandang, masa reformasi yang berjalan hingga 25 tahun sampai sekarang hanya menghasilkan kesenjangan sosial dan ketidakadilan serta tangis derita rakyat. Tidak hanya itu, reformasi makin jauh dari semangat perjuangan untuk kesejahteraan rakyat kecil
“Keadilan makin redup dan kesenjangan sosial makin menganga. Makin paradoksal dari cita-cita besar Pembukaan UUD 1945, merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur,” ungkap Presiden Kawulo Alit Indonesia (KAI), Ali Mahsun Atmo dalam keteranganya di Jakarta, Jumat (30/6).
Ali mengatakan, era reformasi (kotak pandora) sudah tua umurnya 25 tahun (1998-2023). Akhir-akhir ini banyak kenyataan tidak masuk di akal, bahkan seakan seketika robohkan pilar-pilar bermasyarakat dan berbangsa. “Laksana petanda titik kulminasi perjalanan sejarah bangsa dan negeri ini ke etape selanjutnya.”
Dengan begitu, Kongres Ala Rakyat adalah keniscayaan sejarah perjalanan bangsa dan negeri ini menyongsong Era Sejahtera Berkeadilan. “Apapun adanya, kita semua rakyat dan bangsa ini takkan ikhlas bahkan hingga titik darah penghabisan, rakyat bangsa dan negeri ini tidak boleh jadi korban!.”
Ali berencana akan menggelar Kongres Ala Rakyat, di Jakarta pada November mendatang. Tidak ada maksud dan tujuan lain kecuali memenuhi panggilan Ibu Pertiwi dalam penggapaian cita-cita besar bangsa, adil makmur dan adidaya. “Merdeka, merdeka, merdeka!” tegas Presiden KAI dr Ali Mahsun ATMO M Biomed di Pondok Gede Center’s Jakarta.
“Kongres Ala Rakyat digelar di area terbuka di Ibukota Negara RI, Jakarta. Peserta kongres adalah Kawulo Alit Indonesia, rakyat kecil dari seluruh penjuru Nusantara. Baik pelaku ekonomi rakyat dan generasi penerus bangsa juga mengundang para pemangku negeri lainnya,” tuturnya.
“Dipundak dan diatas kaki mereka-lah nasib dan masa depan bangsa dan negeri ini dipertaruhkan. Bukan berada dipundak atau diatas kaki para elit bangsa, konglomerat mau pun bangsa asing,” tambah Ali Mahsun yang juga Ketua Umum APKLI Perjuangan dan Ketua Umum Komite Ekonomi Rakyat Indonesia (KERIS)./



