JAKARTA, Bisnistoday – Aliansi Ekonom Indonesia (AEI) mendesak pemerintah untuk segera mengambil langkah-langkah strategis dan terukur dalam menghadapi berbagai tekanan ekonomi nasional yang dinilai semakin kompleks, mulai dari pelemahan daya beli masyarakat, ketidakpastian global, hingga ketimpangan struktural dalam perekonomian domestik.
Desakan tersebut disampaikan AEI dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta, Selasa (20/1). Dalam pernyataannya, AEI menilai bahwa kebijakan ekonomi pemerintah saat ini masih bersifat jangka pendek dan belum menyentuh akar persoalan struktural yang dihadapi perekonomian Indonesia.
Ketua Umum AEI, Dr. R. Prasetyo Nugroho, mengatakan pemerintah perlu segera melakukan koreksi kebijakan, terutama dalam pengendalian inflasi, stabilitas harga pangan, serta perlindungan terhadap sektor usaha kecil dan menengah.
“Pemerintah tidak bisa hanya mengandalkan narasi optimisme ekonomi. Diperlukan kebijakan nyata yang berpihak pada masyarakat dan pelaku usaha nasional, terutama UMKM yang saat ini paling rentan terdampak perlambatan ekonomi,” ujar Prasetyo.
AEI juga menyoroti meningkatnya beban hidup masyarakat akibat kenaikan harga kebutuhan pokok dan biaya layanan dasar. Menurut AEI, kondisi tersebut berpotensi menekan konsumsi rumah tangga yang selama ini menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi nasional.
Diminta Lebih Transparan
Ekonom senior AEI, Dr. Siti Rahmawati, menegaskan bahwa pemerintah harus lebih transparan dalam menyampaikan kondisi ekonomi yang sebenarnya kepada publik agar kebijakan yang diambil mendapatkan legitimasi sosial.
“Transparansi sangat penting. Masyarakat berhak mengetahui kondisi riil perekonomian agar kebijakan penyesuaian yang diambil pemerintah dapat dipahami dan diterima secara luas,” kata Siti Rahmawati.
Selain itu, AEI meminta pemerintah memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga agar kebijakan fiskal, moneter, dan sektor riil berjalan seiring. Tanpa sinergi yang kuat, AEI menilai berbagai program pemulihan ekonomi berpotensi tidak efektif.
Membuka Masukan Masyarakat
Menanggapi desakan tersebut, Kepala Biro Komunikasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Andi Mahendra, menyatakan pemerintah terbuka terhadap masukan dari berbagai pihak, termasuk kalangan akademisi dan ekonom.
“Pemerintah terus memantau dinamika ekonomi global dan domestik. Masukan dari Aliansi Ekonom Indonesia menjadi bagian penting dalam proses evaluasi dan perumusan kebijakan ke depan,” ujar Andi dalam keterangan tertulis.
AEI menegaskan akan terus mengawal kebijakan ekonomi pemerintah dan mendorong ruang dialog yang konstruktif demi menjaga stabilitas serta keberlanjutan perekonomian nasional di tengah tantangan global yang terus berkembang./










































