JAKARTA, Bisnistoday – Asosiasi Media Homeless Indonesia (AMHI) menggelar pertemuan penting pada Senin (22/9) untuk membahas rencana pembentukan organisasi media sosial di wilayah Jabodetabek. Langkah ini dianggap sebagai upaya strategis dalam memperkuat peran media berbasis komunitas sekaligus menciptakan ekosistem informasi yang lebih sehat, inklusif, dan berkelanjutan
Dalam forum tersebut, AMHI menegaskan bahwa organisasi baru ini bukan hanya sekadar wadah komunikasi, tetapi juga sarana untuk meningkatkan literasi digital, mengedepankan etika jurnalistik di ruang digital, serta memberikan payung hukum yang jelas bagi pelaku media komunitas.
“Media sosial kini menjadi salah satu medium utama masyarakat dalam memperoleh informasi. Namun, di sisi lain, tantangan terkait hoaks, ujaran kebencian, dan penyalahgunaan ruang digital semakin besar. Organisasi ini diharapkan mampu menjadi jembatan yang menyeimbangkan kebebasan berekspresi dengan tanggung jawab sosial,” ujar Atma Dirgantara, perwakilan pengurus AMHI
Sebagai langkah awal, AMHI akan melakukan audiensi dengan sejumlah pemangku kepentingan. Di antaranya adalah DPR RI untuk menyampaikan aspirasi dan dukungan regulasi, Komisi Digital dan Informasi (Komidigi) untuk membahas penguatan literasi digital, serta Dewan Pers guna memastikan arah organisasi sejalan dengan prinsip kebebasan pers.
“Langkah awal kita akan buat organisasi ini di wilayah Jabodetabek dan berencana untuk membentuk perwakilan di masing-masing provinsi,” tambah Atma
AMHI berharap, inisiatif ini dapat memperkuat kolaborasi antara komunitas media, masyarakat, dan pemerintah, sehingga iklim komunikasi yang sehat dan produktif dapat terwujud, baik di Jabodetabek maupun di tingkat nasional.//









































