RIAU, Bisnistoday – Gerakan Pemuda Ansor-Banser berselawat (sholawat) bersama ribuan warga Siak, di Lapangan Siak Bermadah, di Bumi The Truly Malay, Siak Sri Indrapura, Riau, Jumat 25 Juli 2025, malam. Acara ini bertepatan dengan Apel Banser Patriot Ketahanan Pangan dan Inaugurasi pengurus PW dan PC Ansor se- Provinsi Riau.
Ketua Umum Gerakan Pemuda Ansor Addin Jauharudin mengatakan, Siak merupakan salah satu wilayah penting dalam perkembangan Islam di tanah Melayu. Kerajaan Siak yang berdiri pada 1973, mengokohkan perannya dalam penyebaran Islam di wilayah Nusantara. “Warga Melayu di Siak sangat suka berselawat sama dengan Ansor-Banser. Makanya, kami (Ansor-Banser) bagian dari mereka, dan mereka (Melayu-Siak) juga bagian dari kami,” tegas Addin di sela acara tersebut.
Di sela kegiatan tersebut, Addin dan jajaran pengurus Ansor dari pusat hingga daerah yang hadir melakukan ziarah ke makam Sultan Syarif Kasim II bin Syarif Hasyim. Dia adalah Sultan ke-12 Kesultanan Siak Sri Indrapura sekaligus penguasa terakhir Kesultanan Siak sebelum Kerajaaan Melayu itu bergabung kedalam wilayah Indonesia.
“Beliau adalah salah satu pahlawan nasional. Dia salah satu Raja antikolonialisme, mengibarkan merah putih di depan Istana Siak sesaat setelah Soekarno-Hatta memerdekakan Indonesia,” lanjut Addin.
Sebab itu, Sultan Syarif Kasim II dianugerahi tanda jasa Bintang Mahaputra Adipradana, 6 November 1998 melalui Kepres No.109/TK/1998.
Terkait dengan Apel Banser Patriot Ketahanan dan Penyerahan 5.000 Pohon Berbuah, Addin mengatakan bahwa pangan bukan hanya pertanian, tapi juga peternakan, perkebunan hingga perikanan. “Jadi bergerak produktif di dalam sektor pangan, adalah bagian membangun akar kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Patriot Ketahanan Pangan yang dicanangkan oleh GP Ansor, ujar Addin, merupakan usaha membangun secara keseluruhan ekosistem ekonomi kader dan organisasi. Jika hulu hingga hilir sudah digarap seluruhnya, menurutnya, akan bisa membangun mimpi kemandirian dan pemberdayaan.
“Pelan-pelan kita bergerak dari pinggiran, lalu pemberdayaan. Kemandirian ekonomi, tidak hanya bagi kader, tetapi juga bagi masyarakat secara luas,” tambahnya./




