Press "Enter" to skip to content

Asing Lanjutkan Aksi Beli, IHSG Menguat Tipis

IHSG pada perdagangan Rabu (6/10) ditutup menguat. Sementara rupiah stagnan
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Investor asing kembali melakukan aksi beli. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat tipis 2,1 poin ke posisi 6.144,82. Sementara indeks LQ45 naik 0,74 poin ke posisi 866,25.

Tim Riset Indo Premier Sekuritas dalam kajiannya, Jumat (24/9) menyebutkan penguatan IHSG pada perdagangan akhir pekan ini ditopang oleh aksi beli investor asing dan kenaikan indeks di Wall Street seiring meredanya kekhawatiran investor terhadap potensi gagal bayar Evergrande dan sinyal dari The Fed yang tidak akan terburu-buru menarik kebijakan akomodatifnya.

“Sementara katalis negatif bagi IHSG adalah aksi ambil untung para investor,” sebut kajian tersebut.

Dibuka melemah, IHSG terus bergerak variatif pada sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG lebih banyak berada di teritori negatif, namun menguat menjelang penutupan bursa saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, tujuh sektor meningkat dengan sektor energi naik paling tinggi yaitu 3,02 persen, diikuti barang konsumen nonprimer serta properti dan real estat masing-masing 1,65 persen dan 1,54 persen.

Sedangkan, empat sektor terkoreksi dengan infrastruktur turun paling dalam yaitu minus 0,74 persen, diikuti barang konsumen dan sektor barang baku masing-masing minus 0,66 persen dan minus 0,52 persen.

Penutupan IHSG diiringi aksi beli saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah beli bersih asing atau net foreign buy sebesar Rp1,59 triliun.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.421.137 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 22,79 miliar lembar saham senilai Rp13,92 triliun. Sebanyak 186 saham naik, 332 saham menurun, dan 149 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei menguat 609,41 poin atau 2,06 persen ke 30.248,81, indeks Hang Seng turun 318,82 poin atau 1,3 persen ke 24.192,16, dan indeks Straits Times terkoreksi 14,88 poin atau 0,48 persen ke 3.061,56.

Rupiah Terkoreksi

Sementara nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta terkoreksi, masih dipengaruhi sinyal tapering yang akan dilakukan oleh The Fed dalam waktu dekat.

Rupiah ditutup melemah 15 poin atau 0,11 persen ke posisi Rp14.258 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.243 per dolar AS.

“Secara garis besar gerak rupiah masih berkonsolidasi setelah penguatan beberapa waktu lalu. Konsolidasi dan koreksi yang terjadi ini mendapat tambahan dorongan dari hasil rapat The Fed yang menyiratkan akan melakukan tapering dalam waktu dekat walaupun tidak diberikan kejelasan kapan waktu dimulainya,” kata analis Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX), Nikolas Prasetia seperti dilansit Antara.

Menurut Nikolas, pelemahan rupiah pada akhir pekan masih terdampak pernyataan The Fed seiring minimnya sentimen di pasar uang. “Karena sepi isu, sementara hanya ada isu dari rapat The Fed kemarin, membuat rupiah relatif terkoreksi pada akhir pekan ini,” ujarnya.

The Fed memutuskan tidak mengubah level suku bunga acuan atau sesuai dengan perkiraan pasar, serta juga tidak mengumumkan untuk awal pemangkasan pembelian aset.

Namun, The Fed menyatakan bahwa moderasi laju pembelian aset mungkin akan segera dibenarkan dan Gubernur The Fed Jerome Powell mengatakan bahwa para anggota dewan yakin pemangkasan pembelian aset dapat berakhir sekitar pertengahan 2022, yang membuka jalan untuk kenaikan suku bunga setelah itu.

Rupiah pada pagi hari dibuka melemah ke posisi Rp14.245 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp14.233 per dolar AS hingga Rp14.266 per dolar AS.

Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Jumat menguat ke posisi Rp14.250 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp14.256 per dolar AS./

Be First to Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *