www.bisnistoday.co.id
Senin , 18 Mei 2026
Home NASIONAL & POLITIK Humaniora Bahasa Inggris Jadi Wajib di Sekolah Dasar Mulai 2027, Indonesia Siapkan Generasi Berdaya Saing Global
Humaniora

Bahasa Inggris Jadi Wajib di Sekolah Dasar Mulai 2027, Indonesia Siapkan Generasi Berdaya Saing Global

Belajar Bahasa Inggris
PROSES Belajar Mengajar bahasa Inggris./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Pemerintah resmi menetapkan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib di Sekolah Dasar (SD), Madrasah Ibtidaiyah (MI), dan satuan pendidikan sederajat mulai tahun ajaran 2027/2028. Kebijakan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kompetensi global generasi muda Indonesia dalam menghadapi tantangan dunia yang semakin terhubung.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, mengungkapkan bahwa keputusan ini lahir dari komitmen pemerintah dalam mempersiapkan lulusan yang adaptif, produktif, dan berdaya saing internasional.

“Teknologi memang membantu proses belajar, tapi tidak menggantikan peran guru,” ujarnya dalam Konferensi Internasional TEFLIN ke-71 di Universitas Brawijaya, Malang.

Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya membentuk generasi yang mampu berkomunikasi lintas budaya dan menyesuaikan diri dengan perubahan global yang cepat. Dengan kemampuan Bahasa Inggris sejak dini, anak-anak Indonesia diharapkan memiliki fondasi kuat untuk menembus pasar tenaga kerja dan pendidikan internasional di masa depan.

Sementara itu, Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), Toni Toharudin, menegaskan bahwa penerapan Bahasa Inggris sebagai pelajaran wajib bukanlah keputusan mendadak.

“Proses transisinya sudah tercantum dalam Permendikbudristek Nomor 12 Tahun 2024 dan diperkuat dengan Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025,” jelas Toni.

Ia menambahkan, kebijakan ini merupakan bagian dari roadmap panjang reformasi kurikulum nasional. Pemerintah menilai bahwa penguasaan bahasa internasional sejak usia dini merupakan kunci untuk memperluas wawasan, meningkatkan kepercayaan diri, serta memperkuat identitas global pelajar Indonesia.

Kemendikdasmen juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan tenaga pendidik dalam menyukseskan implementasi kebijakan ini. Guru-guru di seluruh Indonesia akan mendapat pelatihan intensif agar mampu mengajar Bahasa Inggris dengan pendekatan komunikatif dan kontekstual.

Langkah ini dipandang sebagai momentum penting dalam sejarah pendidikan dasar Indonesia. Bahasa Inggris diharapkan tidak hanya menjadi mata pelajaran tambahan, tetapi juga jembatan menuju masa depan generasi muda yang lebih terbuka, inovatif, dan kompetitif di kancah dunia.//

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Anak-anak di Uganda (dok: Unsplash/Jeff Ackley)
GLOBALHumaniora

Wabah Ebola Merebak di Kongo dan Uganda

JAKARTA, Bisnistoday - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan wabah Ebola merebak di...

Peserta Kirab
Humaniora

345 Petugas Kebersihan Disiagakan untuk Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda 2026

BANDUNG, Bisnistoday -Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung menyiagakan 345 personel kebersihan...

Rektor Universitas Mercu Buana, Prof. Dr. Andi Adriansyah, M.Eng.,
Humaniora

Wisuda Universitas Mercu Buana : Pendidikan  Fondasi Karakter dan Jalan Meningkatkan Kualitas Hidup

JAKARTA, Bisnistoday,- Universitas Mercu Buana menggelar Sidang Senat Terbuka Wisuda Diploma ke-60,...

Humaniora

BINUS dan Odoo Kolaborasi Perkuat Kurikulum Akademik ERP dan AI untuk Kebutuhan Industri

JAKARTA, Bisnistoday - BINUS University melalui School of Information Systems secara resmi...