YOGYAKARTA, Bisnistoday – Bak petir di siang bolong, berita wafatnya bang Rizal Ramli (RR) semalam, Selasa (2/1) membuat kaget saya pribadi, dan banyak kalangan di Indonesia. Sebab, banyak orang tak tahu bahwa telah lebih dua bulan beliau terbaring sakit.
Bahkan para aktivis yang dekat dengan almarhum RR pun banyak yang tidak tahu, dan sempat heran kenapa cuitan-cuitan kritisnya di laman X (twitter) mendadak senyap. Di awal tahun yang baru 2024, beliau justru berpulang ke haribaan Sang Pencipta. Innalillahi wainnailaihi rojiuun.
Bang RR alm., bagi saya pribadi menjadi catatan tersendiri dan haru luarbiasa, karena pada 21 Mei 2023 lalu beliau sempat memberikan kata pengantar di buku FASI (Forum Ayo Selamatkan Indonesia) seri 1 “Mendobrak Kebekuan!!!, Daya Kritis Civil Society Menuju Indonesia Bermartabat”. Buku itu, kami terbitkan dengan support penuh bang Andi Sahrandi, salah satu kolega RR alm semasa menjadi aktivis ITB dulu.
Bagi kalangan aktivis tahun ‘80 an, ‘90 an dan aktivis kritis dewasa ini, RR alm adalah monumen kritis yang tak lekang oleh waktu. Keberaniannya luarbiasa. Jika mengeritik sesuatu hal yang dianggap melenceng, tanpa tedeng aling-aling.
Meski sempat menjadi menteri kabinet Presiden Jokowi, namun sikap kritisnya tak luntur. Rizal Ramli alm. tetap tegak berdiri di atas konstitusi, anti korupsi dan amanat penderitaan rakyat yang selalu dia suarakan. Dan oleh sebab sikap kritisnya itulah dia dicopot menjadi menteri.
Namun RR tetap teguh. Bergeming menyuarakan kebenaran dan menghajar kebatilan. Penguasaannya atas masalah ekonomi politik Indonesia menjadikan RR tak tertipu oleh bujuk rayu dan kamuflase yang diciptakan oleh anasir-anasir anti kedaulatan rakyat dan para pengkhianat amanat penderitaan rakyat. Termasuk di sebagian kalangan aktivis yang mendadak berganti kulit menjadi penghamba kekuasaan.
Sepeninggal RR, masih ada sederetan nama-nama tokoh kritis seperti kang Indro Tjahyono, Heri Akhmadi, Maqdir Ismail, Inda Adil, Sri Bintang Pamungkas, dan lain-lain yang seangkatan dengan almarhum. Mereka masih tetap menjaga idealisme kritis sebagai panutan bagi generasi kritis di bawahnya.
Jasad bang Rizal Ramli boleh tertanam di tanah pekuburan Jeruk Purut hari ini, namun semangatnya, idealismenya dan sikap kritisnya atas perkembangan Indonesia terakhir. Seperti yang ditulisnya dalam pengantar buku FASI seri 1 soal Kemunduran Demokrasi, ekonomi yang tidak lagi berpihak kepada kaum kecil, fungsi check and balance parlemen yang lumpuh, dan ancaman kembalinya otoriterisme di Indonesia, akan tetap menjadi mercu suar idealisme bagi pergerakan kaum muda dan elemen-elemen kritis lain dari kalangan sipil.
Terima kasih abang Rizal Ramli, namamu tetap harum di sanubari kaum kritis Indonesia.
Yogyakarta, 3 Januari 2024
Oleh : Pril Huseno, Forum Ayo Selamatkan Indonesia (Fasi)








































