www.bisnistoday.co.id
Kamis , 30 Juli 2026
Home HEADLINE NEWS BI Diprediksi Tahan Suku Bunga Acuan, Pasar Tunggu Sinyal dari The Fed
HEADLINE NEWS

BI Diprediksi Tahan Suku Bunga Acuan, Pasar Tunggu Sinyal dari The Fed

Logo BI
LOGO Bank Indonesia, belum lama ini./ant
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday  – Bank Indonesia (BI) diperkirakan akan menahan suku bunga acuan (BI Rate) di level 5% pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang digelar Selasa (17/9). Keputusan ini dinilai sebagai langkah jeda setelah sebelumnya BI cukup agresif menurunkan suku bunga.

Ekonom Senior dan Associate Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI), Ryan Kiryanto, mengatakan penahanan BI Rate dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan stabilitas.

“Bertahannya BI Rate di level 5% tetap mengindikasikan stance kebijakan bank sentral yang pro pertumbuhan, tanpa mengendurkan stance pro stabilitas,” ujar Ryan di Jakarta, Selasa (16/9).

Ia menambahkan, faktor lain yang menjadi pertimbangan adalah stabilitas nilai tukar rupiah, inflasi yang masih dalam target 2,5% ±1, serta kemungkinan bank sentral Amerika Serikat (The Fed) menahan atau bahkan menurunkan suku bunga acuan.

Ryan menilai, keputusan ini bisa menjadi masa jeda (pausing period) sebelum kemungkinan penurunan lanjutan.

“BI berpeluang menurunkan satu kali lagi BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 4,75% hingga akhir tahun, sekiranya data makroekonomi dan moneter mendukung,” jelasnya.

Dari sisi global, pasar juga tengah menantikan keputusan Federal Open Market Committee (FOMC) pekan ini. Kepala Riset & Ekonom PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Rully Arya Wisnubroto, menyebut probabilitas penurunan suku bunga Fed sebesar 25 bps pada 17 September mencapai 96,4% berdasarkan indikator CME FedWatch.

“Ekspektasi pemotongan FFR yang agak agresif terutama didorong oleh pelemahan data pasar tenaga kerja AS. Non-farm payrolls hanya naik 22.000 pada Agustus, jauh di bawah konsensus 75.000,” terang Rully.

Meski demikian, ia mengingatkan adanya ancaman stagflasi di Amerika Serikat, yakni inflasi yang naik bersamaan dengan meningkatnya pengangguran. Kondisi ini, lanjutnya, turut melemahkan dolar AS dan memberi tekanan pada rupiah yang juga dipengaruhi dinamika politik domestik.

Pasar kini menunggu apakah BI akan konsisten menjaga suku bunga di level 5% atau memberi kejutan lanjutan menjelang akhir tahun.//

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Pelantikan Praja IPDN
HEADLINE NEWS

Pelantikan Praja IPDN: Presiden Prabowo Ingatkan Jaga Integritas dan Tidak Korupsi

SUMEDANG, Bisnistoday – Presiden Prabowo Subianto berpesan kepada Pamong Praja Muda Angkatan...

Forum Perpajakan
HEADLINE NEWS

Asia-Pacific Tax Forum ke-17 Bahas Tantangan Dinamika Kebijakan Perpajakan Regional dan Global

KUALALUMPUR, Bisnistoday - Malaysian Association of Tax Accountants (MATA) berkolaborasi dengan Institute...

GEDUNG BEI
HEADLINE NEWS

Mirae Asset Sekuritas Akui Pergerakan IHSG Masih Terkendali

JAKARTA, Bisnistoday – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai pasar keuangan domestik...

WARGA Cimahi
HEADLINE NEWS

Ribuan Sumur Bor Dioptimalkan Untuk Jangkau Wilayah Rawan Kekeringan

JAKARTA, Bisnistoday – Bencana kekeringan mulai dirasakan masyarakat khususnya daerah rawan ketersediaan...