JAKARTA, Bisnistoday – Menteri Koperasi Ferry Juliantono bersama Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah mengunjungi kediaman Bung Hatta, Bapak Koperasi Indonesia, di Jalan Diponegoro No. 57, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (12/7). Kunjungan ini digelar bertepatan dengan peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79.
Kunjungan tersebut menjadi bentuk penghormatan kepada Bung Hatta dan keluarganya yang telah meletakkan fondasi nilai-nilai koperasi di Indonesia. Jasa dan keteladanan Bung Hatta dinilai menjadi dasar penting dalam menjadikan koperasi sebagai kekuatan ekonomi rakyat.
Kedatangan Menkop dan Wamenkop disambut langsung oleh putra-putri Bung Hatta, yaitu Meutia Hatta, Prof. Sri Edi Swasono (suami Meutia Hatta), Gemala Hatta, dan Halida Hatta, serta akademisi Rocky Gerung.
Baca juga: 20 Ribu Insan Koperasi Padati Indonesia Arena pada Puncak Peringatan Harkopnas ke-79
Ferry mengatakan, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, arah sistem dan praktik ekonomi nasional saat ini tengah dikembalikan agar tidak tergerus ideologi ekonomi liberal-kapitalistik, melainkan kembali berpijak pada semangat UUD 1945, khususnya Pasal 33 tentang koperasi.
“Sesuai dengan keinginan Presiden Pak Prabowo Subianto, sekarang kita diminta untuk mengembalikan lagi arah sistem dan praktik ekonomi kita untuk tidak tergeser menjadi ideologi ekonomi liberal kapitalistik, namun kembali kepada ideologi Undang-Undang Dasar 45, khususnya di Pasal 33, yaitu koperasi,” ujar Ferry.
Ia memastikan Kementerian Koperasi, Dewan Koperasi Nasional (Dekopin), pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan akan bergotong royong mewujudkan cita-cita Bung Hatta agar koperasi tumbuh menjadi soko guru perekonomian nasional. Salah satu program yang tengah diperjuangkan untuk mewujudkan hal tersebut adalah Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Menurut Ferry, peringatan Harkopnas ke-79 juga menjadi momentum untuk kembali mengingatkan masyarakat di seluruh Indonesia bahwa koperasi merupakan satu-satunya sistem perekonomian yang sejalan dengan ideologi Pancasila dan UUD 1945.
Guna memastikan program KDKMP berjalan baik, Ferry berharap dukungan dari berbagai pihak, termasuk keluarga besar Bung Hatta. Dorongan dan semangat yang terus disuarakan anak-cucu Bung Hatta dinilai menjadi modal penting agar cita-cita sang proklamator dapat terwujud.
“Kami tahu persis bahwa semua ini membutuhkan dukungan dari semua pihak dan kemampuan untuk menerjemahkan pikiran besar Bung Hatta agar dapat diimplementasikan dengan baik secara teknokratis,” ucapnya.
Apresiasi Menkop
Sementara itu, Meutia Hatta mengapresiasi kehadiran Menkop dan Wamenkop di rumah ayahnya. Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi bukti bahwa pemerintah, khususnya Kementerian Koperasi, masih menempatkan Bung Hatta sebagai sosok sentral di balik upaya memajukan koperasi di Indonesia.
“Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Bapak Menteri yang sudah dua kali ke sini dalam jabatan yang berbeda. Mudah-mudahan perjalanan koperasi yang dari dulu banyak rintangan, pada akhirnya bisa menguntungkan rakyat,” kata Meutia.
Ia turut mengapresiasi program KDKMP yang saat ini tengah diakselerasi pembangunan dan operasionalisasinya. Menurutnya, dasar-dasar pemikiran perkoperasian yang digagas Bung Hatta masih sangat relevan untuk diterapkan pada masa sekarang.
“Bung Hatta itu dari awal peduli pada kemanusiaan. Sejak kecil dia sudah tahu apa itu penderitaan. Jadi intinya, penderitaan itu membentuk watak, dan watak itu yang melahirkan pemikiran tentang koperasi,” katanya.








































