www.bisnistoday.co.id
Jumat , 6 Maret 2026
Home EKONOMI Daya Saing dan Ekspor IKM Makanan dan Minuman Digenjot
EKONOMI

Daya Saing dan Ekspor IKM Makanan dan Minuman Digenjot

Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Kementerian Perindustrian terus mendukung industri kecil dan menengah (IKM) dalam meningkatkan kualitas serta membangun branding, mulai dari peningkatan nilai tambah sampai dengan pemasaran. IKM juga dibimbing untuk dapat menentukan strategi yang tepat dalam beradaptasi, memperkuat inovasi dan teknologi, serta membaca tren dan kebutuhan pasar.

Tentunya ini menunjukkan bahwa IKM mamin memiliki peran penting sebagai komponen pemberdayaan masyarakat dalam memajukan perekonomian Indonesia,” ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Sabtu (19/6).

Menperin mengatakan, IKM makanan dan minuman (mamin) merupakan salah satu sektor yang dipacu pengembangannya. IKM makanan dan minuman (mamin) saat ini berjumlah sekitar 1,68 juta unit usaha atau 38,27% dari total unit usaha IKM secara keseluruhan. Jumlah tersebut mampu menyerap hingga sekitar 3,89 juta tenaga kerja.

Baca juga : Mamin Indonesia Tampil Perdana di Anufood China 2021

Produk IKM mamin Indonesia memiliki potensi yang besar untuk memenuhi pasar dalam negeri serta pasar ekspor. Di era pasar global, peluang ekspor produk Indonesia terbuka lebar, namun hal ini juga menjadi tantangan tersendiri karena pelaku usaha akan bersaing dengan kompetitor dari negara lain.

Menurut data dari salah satu e-commerce global, banyak produk mamin yang tersedia di Indonesia memiliki potensi pasar ekspor yang tinggi seperti aneka tepung (tepung tapioka, tepung sagu), aneka buah kering (mangga, nangka, buah naga, pepaya), keripik buah (nangka, pisang, singkong), gula palma, kopi, teh, bubuk kelor, olahan kelapa (bubuk kelapa, VCO), dan rempah (bubuk lada, bubuk kayu manis).

Namun karena para pelaku IKM mamin masih perlu meningkatkan pengetahuan akan akses pasar global, maka pasar ekspor produk-produk potensial tersebut pada saat ini masih didominasi dari negara lain seperti Vietnam dan Thailand. “Hal ini menunjukkan Indonesia perlu memanfaatkan peluang pasar ekspor,” Ungkap Menperin.

Baca juga : Industri Mamin dan Logam Dasar Masih Bertaji

Untuk dapat memanfaatkan peluang tersebut dan bersaing dengan negara lain, faktor penting yang harus diperhatikan oleh IKM mamin adalah pemenuhan keamanan dan mutu produk sesuai standar-standar yang ditentukan, penggunaan teknologi proses yang efisien dan inovatif, serta pengembangan produk menyesuaikan dengan permintaan pasar.

Aneka produk hilir mamin, termasuk keripik dan kerupuk, perlu terus ditingkatkan daya saingnya dengan memperhatikan standar-standar seperti GMP (Good Manufacturing Practices) atau Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) dan HACCP (Hazard Analysis Critical Control Point). Kemudian, memiliki kemasan yang menarik dan sesuai dengan regulasi yang berlaku. Selain itu, penggunaan mesin dan teknologi peralatan juga diperlukan untuk menjaga kualitas produk pangan yang dihasilkan.

“Produk IKM mamin juga membutuhkan sertifikasi sistem keamanan pangan agar dapat diterima di pasar global. Selain menghasilkan produk hilir yang berkualitas, IKM mamin juga telah mampu menghasilkan produk bahan baku yang dapat menjadi substitusi impor, seperti tepung mocaf, sagu, porang, dan sebagainya,” jelas Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Dirjen IKMA) Kemenperin, Gati Wibawaningsih.

Baca iuga : Kemenperin Siapkan Dukungan Industri Mamin

Kemenperin memiliki program Indonesia Food Innovation (IFI) yang dilaksanakan rutin setiap tahun untuk memacu IKM mamin dalam meningkatkan nilai inovasi dan pemanfaatan penggunaan bahan baku lokal yang cukup banyak dan beragam. Lewat IFI, Kemenperin mendorong IKM mamin untuk melakukan percepatan pengembangan kapasitas bisnis dengan memberikan solusi supply chain dan added value kepada komoditas bahan pangan asal Indonesia melalui inovasi yang berkelanjutan untuk memenuhi perubahan pasar yang dinamis.

“IFI merupakan program pembinaan dan pendampingan yang tepat dari para ahli di bidang bisnis maupun teknis untuk akselerasi bisnis menuju IKM modern yang marketable, profitable dan sustainable, dan berujung pada peningkatan skala bisnis IKM,” papar Dirjen IKMA.

Kemenperin juga mendorong IKM yang mampu menghasilkan permesinan teknologi tepat guna (TTG) seperti PT. Yogya Presisi Tehnikatama Industri, di Sleman, Yogyakarta, untuk memproduksi mesin dan peralatan yang dapat digunakan oleh IKM mamin dalam meningkatkan kapasitas produksi dan daya saingnya.

Baca juga : Kinerja Industri Makanan dan Minuman Terus Digenjot

Peningkatan nilai tambah IKM mamin melalui efisiensi, inovasi dan teknologi dengan menerapkan industri 4.0 merupakan salah satu fokus Kemenperin. Penerapan industri 4.0 di sektor IKM sudah dilakukan dari sisi hulu sampai kepada pemasaran, meliputi pembangunan material center untuk menjamin ketersediaan bahan baku yang mudah dijangkau oleh IKM dan dengan harga yang bersaing.

Selanjutnya, penerapan sistem traceability pada produksi gula kelapa di Kabupaten Banyumas. Kemudian, pemanfaatan teknologi digital melalui program e-Smart IKM untuk pemasaran produk IKM yang telah dijalankan Kemenperin sejak 2017. “Kami juga mendorong peningkatan kualitas kemasan produk IKM melalui platform e-kemasan,” pungkas Gati.//

Arsip

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

TRADE EXPO INDONESIA 2025

SOROTAN BISNISTODAY

Beritasatu Network

Related Articles

Serangan Iran
EKONOMI

Berapa Lama Israel dapat Bertahan Perang Melawan Iran?

JAKARTA-Bisnistoday: Para pengamat memprediksi perang AS-Israel melawan Iran bakal berkepanjangan. Menurut Presiden...

Kapal Tanker
EKONOMIEnergi

Perang Timur Tengah, Pertamina Lakukan Mitigasi Operasional dan Perlindungan Keselamatan Pekerja

JAKARTA, Bisnistoday - Di tengah dinamika geopolitik yang berkembang di kawasan Timur...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Temui Menkop, APKLI Adukan Dampak Ekspansi Ritel Modern

JAKARTA, Bisnistoday – Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) Ali Mahsun  menemui...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Wamenkop Minta Gen Z Tidak Ragu Berkarya Lewat Koperasi

SERANG, Bisnistoday - Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah mengajak Gen Z...