www.bisnistoday.co.id
Sabtu , 18 Juli 2026
Home HEADLINE NEWS Dorong Daya Saing IKM Pangan Berbasis Agro Komoditas Singkong
HEADLINE NEWS

Dorong Daya Saing IKM Pangan Berbasis Agro Komoditas Singkong

Singkong
Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza di Jakarta, Jumat (17/7). Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) menyelenggarakan kegiatan Penguatan Hilirisasi Berbasis Agro dan Peningkatan Daya Saing IKM Pangan Provinsi Lampung./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Singkong menjadi komoditas yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi berbagai produk bernilai ekonomi tinggi, mulai dari tepung tapioka, Modified Cassava Flour (MOCAF), pati termodifikasi, glukosa, sorbitol hingga beragam produk turunan lainnya yang dibutuhkan sektor industri.

Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza mengatakan, hilirisasi singkong memiliki peran penting dalam mendukung agenda penganekaragaman pangan nasional sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2024 tentang Percepatan Penganekaragaman Pangan Berbasis Potensi Sumber Daya Lokal.

“Hilirisasi dan penganekaragaman pangan bukanlah dua agenda yang berjalan sendiri-sendiri, melainkan saling melengkapi dalam mewujudkan industri pangan nasional yang lebih tangguh, berdaya saing, dan berkelanjutan,” ujar Faisol dalam keteranannya, Jumat (17/7).

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) menyelenggarakan kegiatan Penguatan Hilirisasi Berbasis Agro dan Peningkatan Daya Saing IKM Pangan Provinsi Lampung pada Kamis (16/7) di Bandar Lampung. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam membangun ekosistem hilirisasi yang terintegrasi mulai dari hulu hingga hilir, sekaligus memperkuat industri pangan berbasis potensi lokal.

Menurut Wamenperin, pemerintah telah menyiapkan berbagai kebijakan strategis untuk memastikan hilirisasi singkong berjalan secara optimal. “Sudah ada kebijakan yang menjadi instrumen penting untuk melindungi industri singkong nasional sekaligus menjaga keberlangsungan pasokan bahan baku bagi industri pengolahan di dalam negeri,” jelasnya.

Industri Olahan Singkong

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Reni Yanita menyampaikan, kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan mengenai pentingnya pengembangan industri olahan singkong sebagai upaya meningkatkan nilai tambah komoditas lokal.

“Kami juga memanfaatkan momentum ini untuk menyosialisasikan Program Dana Alokasi Khusus (DAK), sekaligus membuka peluang kemitraan antara IKM dengan industri lanjutan agar tercipta rantai pasok yang semakin kuat,” ujar Reni.

Menurutnya, pengembangan hilirisasi tidak hanya membutuhkan dukungan regulasi, tetapi juga kolaborasi lintas sektor. Oleh sebab itu, Kemenperin menggandeng berbagai pihak, termasuk Kementerian PPN/Bappenas, Asosiasi Industri Roti, Biskuit dan Mi Instan (AROBIM), serta PT Thai Wah Indonesia sebagai mitra strategis.

“Kehadiran industri besar sangat penting karena dapat memberikan gambaran langsung mengenai kebutuhan pasar, standar mutu, teknologi pengolahan, hingga tata kelola rantai pasok yang telah diterapkan di industri. Dengan demikian, IKM dapat meningkatkan kualitas produknya agar mampu menjadi bagian dari rantai pasok industri nasional,” tutur Reni.

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 80 peserta yang terdiri atas perwakilan pemerintah daerah serta pelaku IKM MOCAF dan tapioka dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Lampung. Rangkaian penguatan hilirisasi akan dilanjutkan melalui Workshop Sistem Keamanan Pangan dan Diversifikasi Produk Olahan Singkong bagi IKM serta kegiatan Diseminasi Program Restrukturisasi Mesin dan Peralatan bagi IKM pangan di Provinsi Lampung.

Direktur IKM Pangan, Furnitur, dan Bahan Bangunan, Afrizal Haris menyampaikan, workshop keamanan pangan akan berlangsung selama dua hari dan diikuti oleh 30 pelaku IKM MOCAF dan tapioka. Sementara itu, kegiatan diseminasi Program Restrukturisasi Mesin dan Peralatan akan diikuti sekitar 120 pelaku IKM pangan untuk memperluas pemanfaatan fasilitas pemerintah dalam meningkatkan efisiensi produksi dan kualitas produk./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Proyek Masela
EnergiHEADLINE NEWS

Proyek Strategis LNG Abadi Masela Untuk Wujudkan Kemandirian Energi Nasional

JAKARTA, Bisnistoday - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Proyek Strategis Nasional (PSN) Liquefied...

PELABUHAN PRIOK
HEADLINE NEWS

Investment Grade Indonesia Aman, Waspadai Risiko Pertumbuhan Ekonomi

JAKARTA, Bisnistoday – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai keputusan S&P Global...

emasku
HEADLINE NEWS

Permintaan Berkurang, HPE dan HR Emas Melemah pada Periode Kedua Juli 2026

JAKARTA, Bisnistoday - Kementerian Perdagangan menetapkan Harga Patokan Ekspor (HPE) emas periode...

Menteri Nusron
HEADLINE NEWS

Menteri ATR/Kepala BPN dan Menteri PKP Sepakat Program Sertipikasi Gratis bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah

JAKARTA, Bisnistoday- Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron...