JAKARTA, Bisnistoday – Direktur Pengembangan Big Data INDEF, Eko Listiyanto, menilai target pertumbuhan ekonomi nasional hanya dapat tercapai apabila kebijakan fiskal dan moneter berjalan beriringan serta benar-benar mendorong geliat sektor riil.
Menurutnya, rencana pemindahan rekening pemerintah dari Bank Indonesia (BI) ke bank umum bukanlah solusi utama. Jika tidak disertai kebijakan yang menggerakkan dunia usaha, langkah tersebut justru berisiko tidak memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian.
“Kalau hanya pindahin ke bank umum, sekarang ini juga banyak kredit tak terserap. Kuncinya tetap di kebijakan fiskal dan moneter yang mampu menggerakkan sektor riil,” kata Eko Listiyanto.
Tantangan Penyerapan Kredit
Eko menjelaskan bahwa Bank Indonesia selama ini sudah menurunkan suku bunga acuan sebagai kebijakan pro growth. Namun, persoalan utama justru terletak pada minimnya penyerapan kredit oleh sektor riil.
“Problemnya bukan hanya soal likuiditas. Sebenarnya likuiditas kita tidak kering, tapi sektor riil yang tidak bergerak,” tegasnya
Ia menilai, bank umum masih kebingungan dalam menyalurkan kredit produktif, sementara di sisi lain tetap harus menanggung biaya dana dari para nasabah. Alhasil, dana besar yang ditempatkan pemerintah di bank umum justru berpotensi mengendap.
APBN Harus Efisien dan Produktif
Selain menyoroti kebijakan perbankan, Eko menekankan pentingnya peran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.
“APBN jangan digunakan untuk hal yang tidak esensial. Efisiensi anggaran harus dilakukan, dan realisasi anggaran harus mendorong produktivitas. Kalau hanya habis untuk program yang penyerapannya rendah, tentu dampaknya kecil terhadap pertumbuhan,” jelasnya.
Eko mencontohkan program dengan anggaran besar namun penyerapan kecil, yang membuat daya ungkit ekonomi menjadi lemah. Ia menilai hal ini harus menjadi perhatian pemerintah agar belanja negara lebih tepat sasaran.
Pentingnya Dana Transfer ke Daerah
Eko juga mengingatkan agar pemerintah tidak memangkas dana transfer ke daerah. Menurutnya, kontribusi pemerintah daerah terhadap pertumbuhan ekonomi nasional sangat penting dan tidak bisa diabaikan.
“Kalau dipangkas, praktis pemda hanya menjalankan pelayanan semata. Padahal, daerah bisa jadi motor pertumbuhan jika dana transfer dijalankan optimal,” ungkapnya
Dengan dana transfer yang memadai, pemerintah daerah dapat mendorong investasi, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan konsumsi masyarakat di wilayahnya.
Syarat Sektor Riil Bergerak
Lebih lanjut, Eko menilai kebijakan mendorong likuiditas perbankan hanya akan efektif jika diiringi langkah nyata untuk menggerakkan sektor riil.
Ia menekankan perlunya deregulasi kebijakan yang menghambat usaha, penurunan biaya kredit, hingga pemberantasan praktik premanisme yang membebani pelaku usaha.
“Mendorong likuiditas ke bank umum akan berjalan baik untuk pertumbuhan ekonomi apabila dibarengi dengan kebijakan sektor riil yang nyata. Kalau ini berjalan, saya rasa masih ada harapan,” pungkasnya.//


