www.bisnistoday.co.id
Kamis , 30 April 2026
Home EKONOMI Ekspor Sektor Industri Meningkat Pada Semester I-2021
EKONOMI

Ekspor Sektor Industri Meningkat Pada Semester I-2021

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita kepada media di Jakarta, Minggu (18/7).
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Industri pengolahan terus menunjukkan kinerja positif dengan meningkatnya capaian ekspor di tengah tahun pertama 2021. Pada periode Januari-Juni 2021, pengapalan sektor tersebut mencapai USD81,07 Miliar, meningkat 33,45% dari periode yang sama tahun sebelumnya (y-o-y). Pada semester I tahun 2021 ini, industri pengolahan masih memberikan kontribusi terbesar hingga 78,80% dari total ekspor nasional yang mencapai USD102,87 Miliar.

Selanjutnya, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), di tengah tekanan pandemi, ekspor industri pengolahan pada Juni 2021 mencapai USD14,08 Miliar, meningkat 9,7% dari bulan Mei 2021 (USD12,83 Miliar). Peningkatan ekspor ini diharapkan turut mengakselerasi upaya pemulihan ekonomi nasional.

“Pemerintah terus berupaya agar sektor industri dapat terus produktif dan berdaya saing, untuk dapat memenuhi permintaan pasar serta berkontribusi meringankan dampak pandemi terhadap perekonomian,” ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Minggu (18/7).

Baca juga : Industri Pengolahan Tetap Dominasi Ekspor Nasional

Capaian ekspor sektor industri pengolahan pada Juni 2021 sebesar USD14,08 Miliar ini berkontribusi 75,91% terhadap total ekspor nasional yang mencapai USD18,55 Miliar. Hal ini menandakan sektor industri pengolahan menjadi penyumbang terbesar dari kinerja ekspor Indonesia secara keseluruhan pada periode ini. “Proporsi ekspor yang besar dari sektor industri pengolahan menunjukkan pergeseran ekspor Indonesia dari komoditas primer ke produk manufaktur yang punya nilai tambah tinggi.” kata Menperin. 

Sektor industri manufaktur dengan kinerja ekspor yang mendominasi ekspor di bulan Juni 2021 antara lain industri besi dan baja dengan nilai USD1,99 Miliar, diikuti lemak dan minyak hewan/nabati (USD1,89 Miliar), mesin dan perlengkapan elektrik (USD1 Miliar), kendaraan dan bagiannya (USD734,6 Juta), serta karet dan barang dari karet (USD605 Juta).

Baca juga : Pacu Ekspor Industri TPT Melalui Penguatan Struktur Hulu-Hilir

Semakin membaiknya kinerja ekspor pada paruh pertama 2021 mencatatkan surplus perdagangan sebesar USD11,86 Miliar. Karenanya, Menperin bertekad untuk terus mempertahankan dan memperkuat potensi ekspor industri pengolahan dan meningkatkan daya saing industri dalam negeri dari negara-negara kompetitor. “Dengan keunggulan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang kompeten, hilirisasi di sektor industri perlu terus ditingkatkan untuk menghasilkan produk-produk bernilai tambah tinggi dengan peluang pasar ekspor yang besar,” tegas Menperin.

Ia menyampaikan, strategi peningkatan ekspor dilakukan dengan memperluas pasar, termasuk ke negara-negara tujuan nontradisional, seperti Afrika, Asia Selatan, dan Eropa Timur. Selain itu, kerja sama ekonomi komprehensif serta perjanjian perdagangan bilateral dan regional perlu dioptimalkan meningkatkan akses pasar produk industri nasional. ”Sebagai contoh, dengan Indonesia Australia-Comprehensive Economy Partnership Agreement (IA-CEPA), Indonesia dapat meningkatkan ekspor sektor otomotif,” ujar Menperin.

Baca juga : Industri Furnitur Perlihatkan Pertumbuhan Investasi dan Ekspor

Di sisi impor, terjadi kenaikan impor dari USD14,23 Miliar pada Mei 2021 menjadi USD17,23 Miliar atau 21,03% di Juni 2021. Sebesar USD13,04 Miliar di antaranya (75,69%) merupakan impor bahan baku/penolong serta USD2,55Miliar (14,77%) adalah impor barang modal. Peningkatan impor terbesar terdapat pada mesin dan peralatan yang mencapai USD506,8 Juta, besi dan baja (USD257,3 Juta), plastik dan barang dari plastik (USD195,7 Juta), serealia (USD192,7 juta), serta logam mulia, perhiasan emas/permata (USD161,2 Juta).

Tekan Arus Importase

Kemenperin telah menargetkan penurunan impor tahun 2021 sebesar 22,0 persen dari baseline total impor tahun 2019 sebesar USD132,14 Miliar. Dari target tersebut, persentase impor Jan-Jun 2021 sebesar USD82,22 Miliar terhadap baseline impor tahun 2019 adalah sebesar 62,2 persen. Dengan demikian, angka penurunan impor saat ini adalah sekitar 28,8 persen.

Baca juga : Industri Logam Ekspor 2.000 Ton Baja Aluminium

Total impor bahan baku/penolong dan barang modal pada Januari-Juni 2021 mencapai USD82,22 Miliar atau sekitar 62,2% dari baseline impor tahun 2019. Sementara target program substitusi impor pada tahun ini mencapai 22 persen dari total impor tahun 2019, yakni sebesar USD103,7 Miliar. Dengan demikian, impor bahan baku/penolong hanya memiliki ruang sebesar USD21,5 Miliar sampai akhir tahun 2021 untuk menjaga target penurunan impor tercapai. 

Peningkatan impor bahan baku/penolong menunjukkan sektor industri yang tetap menggeliat di tengah situasi pandemi. Hal ini juga menunjukkan keyakinan berusaha para pelaku industry sangat tinggi. “Terlebih dalam delapan bulan terakhir, Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia berada di atas angka 50 atau di level ekspansif, yang menunjukkan bahwa sektor industri tetap optimis,” pungkas Menperin.

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

Related Articles

Sinergi Pengembangan Bioetanol (Dok PTPN)
EKONOMI

PTPN, Pertamina dan Medco Sinergi Kembangkan Bioetanol

JAKARTA, Bisnistoday - Holding Perkebunan Nusantara, PT Perkebunan Nusantara III (Persero) (PTPN...

Donald Trump
EKONOMI

Sistem Pengamanan Presiden Donald Trump Dipertanyakan

JAKARTA, Bisnistoday - Sabtu (25/4/2026) lalu pukul 14.00 waktu setempat, Hotel Washington...

EKONOMIJakarta Region

Kecelakaan Kereta KRL dan KA Argo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur

JAKARTA, Bisnistoday- PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta menyampaikan...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Pemerintah Siapkan Regulasi Respon Tingginya Biaya Platform Belanja Online

JAKARTA, Bisnis today — Menteri UMKM Maman Abdurrahman menyoroti tingginya beban biaya...