JAKARTA, Bisnistoday – Kementerian Luar Negeri menyatakan, sebanyak empat langkah kongret akan dihasilkan selama ajang World Water Forum (WWF) ke 10 di Bali pada 18-26 Mei 2024 mendatang. Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral Kemlu RI Tri Tharyat dalam konferensi pers di Jakarta.
“Kondisi gejolak geopolitik global yang tengah terjadi, menjadikan World Water Forum di Bali ini menjadi sangat strategis. Indonesia diharapkan tidak hanya sukses menggelar acara, tetapi juga meninggalkan legacy yang baik,” ungkap Tri Tharyat di Jakarta.
Menurutnya, dalam berbagai kesempatan Presiden Joko Widodo mengungkapkan bahwa ajang WWF bertema Water for Shared Prosperity atau air untuk kesejahteraan bersama selalu digaungkan.”Setidaknya ada empat legacy yang dihasilkan dalam forum WWF mendatang.”
Tri Tharyat mengungkapkan, pertama, adalah mendorong kesepakatan dunia terhadap penentuan hari danau dunia. Terkait hal ini, Pemerintah telah melakukan lobby untuk kesepakatan deklarasi ini.”Diharapkan hari danau dunia ini disahkan pada semester II tahun ini di New York.”
Kemudian, kedua, lanjut Tri Tharyat, adalah konsep pengelolaan sumber daya air secara terintegrasi, khususnya di pulau-pulau kecil. Selain itu, ketiga adalah penetapan centre of excellent ketahanan air dan iklim.
Sedangkan, keempat lanjutnya, pertemuan WWF di Bali juga menghasilkan proyek kongret, dan prosesnya saat ini memasuki kurasi oleh pemerintah. “Sudah banyak usulan proyek tersebut, akan diumumkan sebagai salah satu kongret dalam pertemuan di Bali nanti.”/




































