JAKARTA, Bisnistoday – Komunitas Jurnalis yang tergabung dalam Forum Wartawan Pekerjaan Umum (Forwapu) mendesak Menteri Pekerjaan Umum (PU) segera mencopot Staf Tenaga Ahli bidang Media, Arbie Marwan Putra (AMP). Desakan ini muncul setelah Arbie dinilai mengeluarkan pernyataan yang melecehkan profesi wartawan dan berpotensi merusak hubungan baik antara Kementerian PUPR dengan insan pers.
Perseteruan ini bermula dari percakapan di grup WhatsApp Media PU. Arbie menginformasikan adanya bus yang disediakan untuk wartawan guna meliput kunjungan Menteri PU ke lokasi infrastruktur rusak akibat demo. Namun, informasi itu justru memicu pertanyaan dari wartawan senior, Novi dari Suara Karya.
“Kalau ada kegiatan tapi tidak ada undangan, mana kita tahu? Tiba-tiba ada bus menunggu wartawan di PU,” ujar Novi.
Menanggapi hal tersebut, Arbie membalas dengan nada yang dianggap tidak pantas. “Kalau memang merasa jurnalis, kenapa harus tunggu undangan, datang saja mbak,” tulis Arbie.
Situasi semakin memanas ketika Arbie menambahkan pernyataan yang dianggap merendahkan profesi jurnalis. “Datanglah mbak, jangan datang meliput kalau ada amplopnya doang,” kata Arbie dalam grup tersebut.
Pernyataan itu langsung menuai kecaman dari para wartawan. Ketua Forwapu, Diah Dayanti, menegaskan pihaknya tidak bisa menerima sikap yang dinilai melecehkan profesi wartawan.
“Kami dari Forwapu meminta kepada Menteri PU agar memberhentikan saudara Arbie. Ucapannya bisa merusak hubungan baik yang sudah terjalin puluhan tahun antara wartawan PUPR dengan kementerian, bahkan berpotensi membawa citra buruk bagi PUPR,” tegas Diah Dayanti di Jakarta, Rabu (3/9).
Diah juga mengungkapkan bahwa bukan sekali ini saja Arbie mengeluarkan pernyataan kontroversial. Sebelumnya, ia bahkan disebut sempat berencana membubarkan Forwapu yang sudah terbentuk selama puluhan tahun.
“Hebat sekali ya, dia baru bertugas beberapa bulan sudah mau membubarkan forum yang telah terbentuk puluhan tahun. Tentu saja kami tidak terima. Saya tahu kok ‘permainannya’ dia,” cetus Diah.
Forwapu menegaskan masih berharap Menteri PUPR segera meninjau ulang keberadaan Arbie di lingkungan kementerian. “Kalau memang masih dibutuhkan Tenaga Ahli Media, sebaiknya diganti dengan orang yang lebih bijak,” tutur Diah./




