JAKARTA, Bisnistoday – Siapa yang bisa menolak gorengan? hampir semua orang punya momen spesial dengan camilan dengan berbagai varian ini. Nah, bayangkan kalau gorengan itu punya kulit luar crispy seperti merek restoran ayam goreng dari luar negeri.
Itulah yang dilakukan Theofilus Rafhael Purnama, seorang mahasiswa BINUS Business School jurusan Business Creation. Dirinya berhasil mengubah sepotong tahu goreng menjadi brand dengan cita rasa unik bernama Goerih Tahu Crispy.
Selain murah meriah dan digemari semua kalangan, tahu juga mudah dipasarkan dengan harga terjangkau. Sensasi kriuk-nya sering bikin orang teringat tahu aci atau bahkan ayam crispy, ditambah taburan bumbu dengan berbagai varian rasa.
“Ada bumbu signature bernama Goerih, lalu varian pedas seperti Bojrot dengan chili oil dan Gojrot yaitu rasa tahu gejrot dengan sentuhan daun wansui,” tutur Theo di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Baca Juga : Revolusi Bisnis Kuliner, Sistem Operasional Terintegrasi Ini Mampu Jawab Kebutuhan Pebisnis
Meski sudah punya ciri khas, Goerih tetap menghadapi tantangan. Salah satunya, soal pasokan bahan baku. Saat ini, tahu yang dipakai masih dipasok dari pabrik, sehingga kualitas kadang tidak konsisten.
“Kedepannya, saya berencana membuat pabrik tahu sendiri agar bisa menjaga standar rasa sekaligus menambah nilai jual ketika mengembangkan franchise,” ujarnya di Jakarta beberapa waktu lalu.
Setelah punya beberapa cabang yang stabil secara finansial, Goerih akan dikembangkan menjadi franchise yang bisa lebih luas jangkauannya.
“Sebelumnya saya merintis dari nol, tanpa gerobak, sampai akhirnya punya gerobak sendiri dan terus berkembang. Dari proses itu dia belajar bahwa keberanian memulai jauh lebih penting daripada sekadar merencanakan,” ujar Theo.
Goerih adalah bukti bahwa ide sederhana, jika dieksekusi dengan konsisten dan penuh inovasi, bisa menjadi bisnis yang menjanjikan. Dari kampus hingga dunia nyata, Theo berhasil membawa tahu goreng naik kelas./




