JAKARTA, Bisnistoday – Kejahatan penipuan bisa menimpa siapa saja tidak mengenal siapa korbannya. Seperti yang dialami Kevin Winsonata pekan ini. Kevin menjadi korban penipuan saat mencari vendor jasa desain interior. Dugaan kasus penipuan bermula ketika influencer dengan 180 ribuan pengikut di Instagram itu mengontak pihak studio berinisial K pada 30 Agustus 2022.
Pemilik K bersama anaknya datang ke apartemen Kevin Winsonata di Jakarta Utara untuk survei lokasi. Mulanya, semua berjalan lancar. K juga responsif, apalagi desain yang diinginkan membuat influencer senang.
“Penawaran yang relatif murah dari harga pasar membuat saya yakin menggunakan jasa mereka. Pemilik meyakinkan saya,” kata Kevin Winsonata, di Jakarta, Jumat (26/1/2024).
Setelah desain disepakati, pemilik K mengajukan aturan pembayaran dibagi ke dalam 3 termin. Pertama, uang muka 50 persen sebagai tanda pengerjaan furnitur dimulai. Kedua, pembayaran 30 persen. Terakhir, serah terima disertai pembayaran 20 persen.
Tanpa menaruh curiga, Kevin Winsonata menyepakati tahap-tahap pembayaran itu. Namun, kejanggalan muncul setelah sebagian pembayaran dipenuhi. Komunikasi yang semula responsif mulai tidak jelas.
“Setelah ditransfer beliau slow respons sampai berbulan-bulan. Korban marah dan memutuskan kontrak secara sepihak sehingga mereka tidak perlu lagi melanjutkan proyek atau bertanggung jawab lagi,” urainya.
Belakangan diketahui Kevin Winsonata bukan satu-satunya korban pihak K. Karenanya, ia bertekad akan memproses dugaan penipuan ini lewat jalur hukum untuk memberi efek jera. Kevin Winsonata mulai mengumpulkan sejumlah bukti.
“Saya berhasil mengumpulkan beberapa bukti dan korban lain berikut saksi dari beberapa mantan karyawan yang tidak dibayar. Saya akan memproses secara hukum karena pemilik serta anaknya diduga merenggut banyak korban,” terang Kevin Winsonata.
Berkaca dari pengalaman buruk itu, Kevin membagikan tips agar tidak ada korban lagi.
“Pertama, jangan tergiur harga murah dan janji-janji muluk,” ucapnya.
Kedua, curiga ketika vendor mulai slow respons. Ketiga, pastikan ada perjanjian hitam di atas putih. Keempat, selalu cek harga pasar agar bisa membandingkan.
“Kelima, berani bertindak tegas jika pihak seberang mulai berani menunda-nunda janji atau pekerjaan. Dengan kata lain, berani speak-up. Terakhir namun bagi saya sangat penting, penuh doa agar terhindar dari orang-orang yang berikhtiar jahat,” demikian Kevin.




