www.bisnistoday.co.id
Minggu , 2 Agustus 2026
Home BURSA & KORPORASI Bursa IHSG dan Kurs Rupiah Ditutup Melemah
Bursa

IHSG dan Kurs Rupiah Ditutup Melemah

IHSG dan rupiah melemah
IHSG dan kurs rupiah pada perdagangan Kamis (30/05) ditutup melemah
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar (kurs) rupiah pada perdagangan Kamis (30/05) ditutup melemah. IHSG ditutup melemah 113,39 poin atau ke posisi 7.140,22. Sementara indeks LQ45 turun 14,63 poin ke posisi 886,17.

Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam kajiannnyadi Jakarta, Kamis (30/05) menyebut, IHSG dan bursa regional Asia melemah, seiring tekanan lonjakan imbal hasil global yang menekan pasar keuangan ekuitas.

Hal tersebut merupakan efek dari sentimen pasar karena bank sentral Amerika Serikat (AS) The Fed akan mempertahankan suku bunga lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama, sehingga pasar memiliki pandangan ketidakpastian mengenai waktu dan ukuran penurunan suku bunga The Fed.

Sebelumnya, pernyataan Presiden Fed Atlanta Bostic mengatakan bahwa jalur menuju inflasi 2 persen belum pasti dan kenaikan harga masih signifikan.

Dengan demikian, pasar berspekulasi bahwa The Fed dapat menunda dimulainya siklus pelonggaran, atau bahkan memutuskan untuk tidak menurunkan suku bunga sama sekali pada tahun ini, alhasil pasar menahan diri masuk pada pasar ekuitas.

Di sisi lain Menteri Keuangan AS Janet Yellen menyebut bahwa prospek kenaikan suku bunga dalam jangka panjang akan semakin sulit untuk menahan kebutuhan pinjaman AS, karena dengan kenaikan suku bunga akan berdampak pada defisit dan membebani utang AS.

Dibuka melemah, IHSG betah di teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, satu sektor meningkat yaitu sektor kesehatan yang sebesar 0,25 persen.

Sedangkan sepuluh sektor terkoreksi yaitu sektor barang baku turun paling dalam minus 2,10 persen, diikuti sektor infrastruktur dan sektor teknologi yang minus 1,86 persen dan minus 1,52 persen.

Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu NICE, MARK, CYBR, MSJA dan TRIS. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni MHKI, MKAP, PTPS, SMLE dan ATLA.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.164.725 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 19,47 miliar lembar saham senilai Rp14,17 triliun. Sebanyak 185 saham naik, 349 saham menurun, dan 242 tidak bergerak nilainya.

Baca juga: The Fed Kemungkinan Naikkan Suku Bunga, IHSG Merosot

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain, indeks Nikkei melemah 502,79 poin atau 1,30 persen ke 38,054,10, indeks Hang Seng melemah 246,82 poin atau 1,34 persen ke 18.230,18, indeks Shanghai melemah 19,34 poin atau 0,62 persen ke 3.091,67, dan indeks Strait Times melemah 2,63 poin atau 0,08 persen ke 3.320,56.

Rupiah Merosot

Sementara kurs rupiah terhadap dolar AS merosot 105 poin menjadi Rp16.265 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp16.160 per dolar AS. Pelemahan dipengaruhi menurunnya ekspektasi pemangkasan suku bunga Amerika Serikat (AS) atau Fed Funds Rate.

“Rupiah kembali melemah terhadap dolar AS yang melanjutkan penguatan dan kenaikan imbal hasil obligasi AS oleh menurunnya ekspektasi The Fed untuk memangkas suku bunga yang dimana kemungkinan untuk September sudah turun di bawah 50 persen,” kata analis mata uang Lukman Leong seperti dikutif Antara.

Lukman menuturkan imbal hasil (yield) obligasi Pemerintah AS tenor 10 tahun mencapai 4,63 persen tertinggi dalam empat pekan. Investor juga mengantisipasi rilis revisi data produk domestik bruto (PDB) Amerika Serikat malam ini.
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Kamis turun ke level Rp16.253 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp16.160 per dolar AS./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

Didi Max
Bursa

Perdagangan Berjangka : Didimax Broker Terbaik Menjadi Pilihan Banyak Trader

JAKARTA, Bisnistoday - Dalam dunia perdagangan berjangka, memilih broker terbaik Indonesia merupakan...

GEDUNG BEI
Bursa

Penguatan Pasar Sangat Dipengaruhi Sentimen Isu Makro Ekonomi Global pada Semester II 2026

JAKARTA, Bisnistoday – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai setelah fase rebound,...

Rully Arya Wisnubroto
Bursa

Mirae Asset Sekuritas: Investor Tetap Perlu Cermati Tantangan Domestik

JAKARTA, Bisnistoday - PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menilai pasar keuangan global...

Bursa

Intercontinental Exchange dan OKX Bentuk Joint Venture, Jembatani Pasar Aset Tradisional dan Digital

JAKARTA, Bisnistoday - Intercontinental Exchange (NYSE: ICE) dan OKX mengumumkan pembentukan joint...