www.bisnistoday.co.id
Kamis , 23 April 2026
Home BURSA & KORPORASI Bursa IHSG dan Rupiah Akhir Pekan Ditutup Menguat
Bursa

IHSG dan Rupiah Akhir Pekan Ditutup Menguat

IHSG MENGUAT: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (3/8) ditutup menguat
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan akhir pekan, Jumat (28/06) ditutup menguat 95,62 poin ke posisi 7.063,58. Sementara indeks LQ45 naik 13,33 poin ke posisi 887,72. Penguatan ditopang dari sentimen eksternal dan internal.

Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam kajiannya, Jumat (28/06) menyebut dari mancanegara, bursa regional Asia bergerak menguat, sejumlah katalis menopang pasar ekuitas yang mana pasar merespon rilis data produksi industri Jepang yang tumbuh sebesar 2,8 persen month to month (mtm) pada Mei 2024 atau di ​​​​atas ekspektasi pasar yang sebesar 2 persen, yang menunjukkan adanya kemungkinan momentum pemulihan pada perekonomian Jepang.

Selain itu, pasar menaruh harapan dari Sidang Pleno Ketiga Partai Komunis di China pada Juli 2024 yang akan meluncurkan lebih banyak stimulus untuk mempercepat momentum pemulihan.

Belanja konsumsi pribadi atau personal spending Amerika Serikat (AS) tumbuh melambat menjadi 1,5 persen dari sebelumnya 2 persen, yang disebabkan oleh turunnya pemesanan dan pengiriman untuk beberapa alat produksi tertentu, melebarnya defisit perdagangan, berlanjutnya pelemahan di pasar tenaga kerja dan turunnya pembelian rumah sehingga adanya perlambatan ekonomi.

Hal tersebut memperkuat spekulasi bahwa The Fed akan memangkas suku bunga acuan pada tahun ini, sebagai upaya pencegahan perlambatan ekonomi yang lebih besar.

Sebelumnya, petinggi The Fed Atlanta Raphael Bostik mengatakan bahwa dirinya memperkirakan penurunan suku bunga satu kali pada tahun ini di tengah tanda-tanda inflasi yang kembali menurun.

Dari dalam negeri, menguatnya saham-saham sektor perbankan turut menopang IHSG, sejalan dengan rilisnya kinerja laporan keuangan hingga Mei 2024, yang mana sebagian besar emiten perbankan mencatatkan pertumbuhan laba bersih.

Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sepuluh sektor menguat yaitu dipimpin sektor transportasi & logistik yang naik 1,65 persen, diikuti sektor keuangan dan sektor energi yang naik masing- masing sebesar 1,39 persen dan 1,28 persen.

Sedangkan, satu sektor turun yaitu sektor kesehatan turun paling dalam minus 0,45 persen.

Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu BDKR, INOV, LEAD, SMIL dan ARTO. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni MKNT, TAXI, TAYS, FITT, dan FREN.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 812.013 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 16,60 miliar lembar saham senilai Rp19,50 triliun. Sebanyak 335 saham naik, 212 saham menurun, dan 237 tidak bergerak nilainya.

Baca juga: baca jugaAkhir Pekan IHSG Menguat, Kurs Rupiah Melemah

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei menguat 241,60 poin atau 0,61 persen ke 39.583,10, indeks Hang Seng menguat 2,13 poin atau 0,01 persen ke 17.718,60, indeks Shanghai menguat 21,54 poin atau 0,73 persen ke 2.967,39, dan indeks Strait Times melemah 10,55 poin atau 0,32 persen ke 3.332,80.”

Rupiah Menguat

Di pasar uang, kurs rupiah terhadap dolar AS ditutup menguat 31 poin atau 0,19 persen menjadi Rp16.375 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp16.406 per dolar AS. Penguatan didorong oleh data komponen harga PDB AS kuartal pertama revisi final yang dirilis semalam menunjukkan pertumbuhan harga yang lebih tinggi dari perkiraan.

Menurut pengamat pasar uang Ariston Tjendra hal tersebut berarti inflasi AS berpotensi sulit untuk turun sehingga The Fed akan menahan suku bunga acuan di posisi sekarang lebih lama. Kondisi itu mendorong penguatan dolar AS terhadap nilai tukar lainnya.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Jumat naik ke level Rp16.394 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp16.421 per dolar AS./

Arsip

Beritasatu Network

BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

PERTAMINA IS THE ENERGY

Related Articles

Rully Arya Wisnubroto
BursaHEADLINE NEWS

Penguatan IHSG Masih Terbuka, Mirae Asset Ungkap Strategi Investasi Saat Pasar Volatile

JAKARTA, Bisnistoday - PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menyoroti peluang investasi di...

Bursa

Traxindo Resmi Kantongi Izin sebagai Penasihat Berjangka dari Bappebti

JAKARTA, Bisnistoday - Traxindo secara resmi telah memperoleh izin usaha sebagai Perusahaan...

GEDUNG BEI
BursaHEADLINE NEWS

Pasar Saham Kembali Terguncang, Sentimen Negosiasi AS dan Iran Masih Buntu

JAKARTA, Bisnistoday – Sentimen global masih mendominasi arah pergerakan Indeks Harga Saham...

GEDUNG BEI
BursaHEADLINE NEWS

Minim Stimulus, IHSG Cenderung Bertahan Sepekan

JAKARTA, Bisnistoday – Penutupan perdagangan, Jumat (3/4) kemarin, memperlihatkan Indeks Harga Saham...