JAKARTA, Bisnistoday- Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Selasa (31/8) ditutup menguat 5,4 poin ke posisi 6.150,3. Sementara Indeks LQ45 turun 0,46 poin ke posisi 866,5.
Analis Indopremier Sekuritas, Mino mengatakan, pada perdagangan hari ini sentimen positif bagi IHSG yaitu penguatan mayoritas indeks di bursa Wall Street, kenaikan beberapa harga komoditas, penguatan rupiah, dan net buy asing.
Sementara itu, lanjut Mino, sentimen negatif yang sempat membuat indeks bergerak di zona merah yaitu aksi ambil untung investor setelah kemarin IHSG naik cukup signifikan
Dibuka menguat, IHSG tak lama melemah dan terus berada di zona merah hingga penutupan sesi pertama perdagangan. Pada sesi kedua IHSG masih tak mampu beranjak dari teritori negatif hingga akhirnya naik di menit-menit akhir penutupan bursa saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, empat sektor meningkat dengan sektor teknologi naik paling tinggi yaitu 1,67 persen, diikuti sektor barang baku dan sektor barang konsumen non primer masing-masing 1,01 persen dan 0,5 persen.
Sedangkan tujuh sektor terkoreksi dengan sektor transportasi & logistik turun paling dalam yaitu minus 1,09 persen, diikuti sektor barang konsumen dan sektor kesehatan masing-masing minus 0,63 persen dan minus 0,51 persen.
Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi beli saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah beli bersih asing atau net foreign buy sebesar Rp545,45 miliar.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.406.970 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 23,36 miliar lembar saham senilai Rp12,84 triliun. Sebanyak 271 saham naik, 243 saham menurun, dan 132 tidak bergerak nilainya.
Sementara itu, bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei menguat 300,25 poin atau 1,08 persen ke 27.089,54, Indeks Hang Seng naik 339,45 poin atau 1,33 persen ke 25.878,99, dan Indeks Straits Times terkoreksi 47,06 poin atau 1,52 persen ke 3.055,05.
Rupiah Menguat
Sementara itu, kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta ditutup menguat 102 poin ke posisi Rp14.268 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.370 per dolar AS. Penguatan didorong oleh pernyataan Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat The Federal Reserve Jerome Powell akhir pekan lalu.
“Kalau saya melihatnya dari dolar AS terutama setelah Jackson Hole kemarin bahwa Powell tidak memberikan sinyal apa-apa terkait tapering. Ini membuat nilai dolar AS cukup terdepresiasi terhadap sejumlah mata uang dunia termasuk Rupiah,” kata analis Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX), Nikolas Prasetia seperti dikutif Antara.
Menurut Nikolas, pelemahan dolar AS hari ini masih melanjutkan pelemahan pada awal pekan kemarin dampak pelaku pasar yang demotivasi terhadap dolar AS akibat pernyataan Powell pada Jumat (27/8) lalu./




