Press "Enter" to skip to content

IHSG Melemah Seiring Rencana Percepatan Pengetatan Kebijakan Moneter

IHSG ditutup melemah seiring rencana percepatan pengetatan kebijakan moteter
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday- Rencana pengetatan kebijakan moneter yang lebih cepat oleh bank-bank sentral utama di dunia menjadi salah satu sentimen negatif perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) Selasa (18/1). IHSG ditutup melemah 30,99 poin ke posisi 6.614,06, sementara indeks LQ 45 turun 3,2 poin ke posisi 944,82.

Tim Riset Phillip Sekuritas dalam ulasannya menyebutkan mayoritas indeks saham di Asia berbalik arah dan ditutup turun seiring dengan melonjaknya imbal hasil atau yield obligasi didorong oleh ekspektasi pengetatan kebijakan moneter yang lebih cepat oleh bank-bank sentral utama di dunia.

Imbal hasil surat utang Pemerintah AS bertenor dua tahun menembus satu persen untuk pertama kali dalam hampir dua tahun karena investor mempertimbangkan risiko dari kenaikan suku bunga acuan oleh bank sentral AS, Federal Reserve (Fed) pada Maret yang akan datang.

Dari Asia, seperti yang sudah diprediksi pasar, bank sentral Jepang Bank Of Japan (BOJ) pada akhir pertemuan kebijakannya memutuskan untuk tidak mengubah target suku bunga jangka pendek di -0,1 persen dan berjanji untuk menjaga suku bunga jangka panjang di sekitar nol persen.

Dalam laporan kuartalan ekonominya, BoJ merevisi ke atas proyeksi inflasi untuk tahun fiskal 2022 yang dimulai pada April 2022 menjadi 1,1 persen dari estimasi sebelumnya, 0,9 persen. BoJ juga menaikkan proyeksi inflasi untuk tahun fiskal 2023 menjadi 1,1 persen dari 1 persen.

BoJ merevisi ke atas proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun fiskal 2023 menjadi 3,8 persen dari sebelumnya 2,9 persen dengan pertimbangan adanya dorongan dari paket stimulus ekonomi yang diluncurkan oleh pemerintah.

Dengan laju inflasi yang berada di bawah 2 persen untuk beberapa tahun ke depan, BoJ menekankan komitmennya untuk mempertahankan kebijakan moneter yang super longgar meskipun bank-bank sentral besar lain justru bersiap keluar dari kebijakan moneter yang longgar.

Sementara itu Presiden China Xi Jinping pada awal pekan memperingatkan kenaikan suku bunga yang terlalu cepat dapat mengganggu pemulihan ekonomi global dari pandemi COVID-19.

Xi Jinping mengatakan perubahan yang tiba-tiba pada kebijakan moneter di negara-negara barat dapat memberikan tantangan tersendiri bagi ekonomi dan stabilitas keuangan global serta negara-negara berkembang yang akan mendapat beban paling berat.

Dibuka menguat, tak lama IHSG melemah dan terus bergerak di zona merah hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih tak mampu beranjak dari teritori negatif sampai penutupan bursa saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, seluruh sektor terkoreksi dengan sektor teknologi turun paling dalam yaitu 2,71 persen, diikuti sektor transportasi & logistik dan energi masing-masing turun 2,29 persen dan 1,04 persen.

Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi beli saham oleh investor asing di seluruh pasar yang ditunjukkan dengan jumlah beli bersih asing atau net foreign buy di seluruh pasar sebesar Rp110,41 miliar. Sedangkan di pasar reguler tercatat aksi beli asing dengan jumlah beli bersih Rp169,96 miliar.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.402.795 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 19,4 miliar lembar saham senilai Rp11,54 triliun. Sebanyak 159 saham naik, 400 saham menurun, dan 123 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei melemah 76,27 poin atau 0,27 persen ke 28.257,25, Indeks Hang Seng turun 105,25 poin atau 0,43 persen ke 24.112,78, dan Indeks Straits Times terkoreksi 7,91 atau 0,24 persen ke 3.280,04.

Rupiah Melemah

Sementara itu, nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta ditutup melemah 12 poin atau 0,08 persen ke posisi Rp14.336 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.324 per dolar AS. Investor menanti kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat The Federal Reserve terkait suku bunga acuannya.

“Pelaku pasar menunggu keputusan kebijakan The Federal Reserve. Bank sentral telah mengindikasikan dapat menaikkan suku bunga pada Maret 2022 untuk mengekang inflasi yang tinggi,” kata analis sekaligus Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi.

Dari Asia, Bank of Japan mempertahankan suku bunganya tidak berubah pada -0,1 persen. Sedangkan, People’s Bank of China (PBoC) memicu ekspektasi pelonggaran moneter lebih lanjut setelah menurunkan suku bunga pinjaman kebijakan satu tahun sebesar 10 basis poin menjadi 2,85 persen.

Pergerakan PBoC sangat kontras dengan serangkaian kenaikan suku bunga yang diperkirakan akan dilakukan The Fed pada tahun ini.

Sementara itu, bank sentral di Indonesia, Malaysia, Norwegia, Turki, dan Ukraina juga akan mengumumkan kebijakan moneternya pada tengah pekan ini.

Rupiah pada pagi hari dibuka menguat ke posisi Rp14.307 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp14.306 per dolar AS hingga Rp14.348 per dolar AS.

Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Selasa ditutup melemah ke posisi Rp14.325 per dolar AS dibandingkan posisi hari sebelumnya Rp14.323 per dolar AS./

Comments are closed.