JAKARTA, Bisnistoday- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Jumat (8/1) ditutup menguat 104,2 poin atau 1,69 persen ke posisi 6.257,84. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 21,99 poin atau 2,3 persen ke posisi 979,31.
“Market sangat mengapresiasi keputusan Kongres AS yang mensahkan kemenangan presiden terpilih Joe Biden. Market juga sangat mengapresiasi hasil perilisan data cadangan devisa RI per Desember yang meningkat menjadi 135,9 miliar dolar AS dari 133,6 miliar dolar AS pada perilisan sebelumnya,” kata Analis Bina Artha Sekuritas. M Nafan Aji Gusta di Jakarta, Jumat (8/1).
Katalis positif lainnya yaitu pelaku pasar masih menyambut baik periode January Effect dan mengapresiasi komitmen pemerintah dalam mengoptimalkan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), serta optimisme terhadap pemulihan perekonomian baik domestik maupun global yang juga disikapi positif oleh para pelaku pasar.
“Adanya euforia dari establishment of Indonesia Investment Authority disikapi positif oleh para pelaku pasar. Market juga mengapresiasi hasil positif dari perilisan US ISM Services PMI yang meningkat menjadi 57,2 dari 55,9 pada perilisan sebelumnya,” ujar Nafan.
Secara sektoral, sembilan sektor meningkat dengan sektor aneka industri paling tinggi yaitu 4,56 persen, diikuti sektor infrastruktur dan sektor industri dasar masing-masing 3,08 persen dan 3,01 persen. Sedangkan satu sektor terkoreksi yaitu sektor pertanian sebesar minus 0,98 persen.
Penutupan IHSG sendiri diiringi aksi beli saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah beli bersih asing atau net foreign buy sebesar Rp1,39 triliun.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.706.675 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 23,24 miliar lembar saham senilai Rp22,32 triliun. Sebanyak 258 saham naik, 239 saham menurun, dan 137 saham tidak bergerak nilainya.
Sementara itu bursa saham regional Asia sore ini antara lain Indeks Nikkei menguat 648,9 poin atau 2,36 persen ke 28.139,03, Indeks Hang Seng naik 329,7 poin atau 1,2 persen ke 27.878,22, dan Indeks Straits Times meningkat 82,78 atau 2,85 persen ke 2.989,75.
Rupiah Anjlok
Sementara itu, nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada akhir pekan ditutup melemah menembus level psikologis Rp14.000 per dolar AS. Rupiah ditutup melemah 110 poin atau 0,79 persen ke posisi Rp14.020 per dolar AS dari posisi penutupan hari sebelumnya Rp13.910 per dolar AS.
Analis Bank Mandiri, Rully Arya Wisnubroto mengatakan, hari ini memang rupiah terkoreksi cukup dalam dan pertama kalinya berada di atas Rp14.000 per dolar AS selama pekan ini sejak awal tahun.
“Ada kekhawatiran pelaku pasar terhadap pemberlakuan kembali pengetatan aktivitas ekonomi atau PSBB, khususnya untuk pembatasan di Jawa-Bali, karena adanya potensi lonjakan kasus infeksi Covid-19,” ujar Rully.
Menurut Rully, akan ada kombinasi sentimen antara optimisme akan dimulainya vaksinasi, dengan lonjakan kasus yang diperkirakan akan terjadi di sekitar pertengahan Januari ini pasca-liburan.
Rully memprediksi pada pekan depan rupiah mungkin akan bergerak di kisaran Rp14.000 per dolar AS hingfa Rp14.100 per dolar AS. “Sentimen domestik yaitu penerapan PSBB dan kenaikan kasus Covid-19 menjadi faktor utama,” ujar Rully./



