www.bisnistoday.co.id
Selasa , 6 Oktober 2026
Home EKONOMI Ekonomi & Bisnis Indeks Kepercayaan Konsumen Melambat Akibat Penurunan Pesanan
Ekonomi & Bisnis

Indeks Kepercayaan Konsumen Melambat Akibat Penurunan Pesanan

Jubir Kemenperin Febri Hendri Antoni
JUBIR KEMENPERIN Febri Hendri Antoni Arif./
Social Media

JAKARTA, Bisnistoday – Indeks Kepercayaan Industri (IKI) bulan April 2025 tercatat sebesar 51,90, menunjukkan bahwa sektor industri manufaktur nasional masih berada di fase ekspansi. Namun demikian, laju ekspansi mengalami perlambatan dibandingkan bulan Maret 2025 yang sebesar 52,98 atau menurun sebesar 1,08 poin. Dibandingkan periode yang sama tahun lalu, nilai IKI juga mengalami koreksi sebesar 0,40 poin.

“Nilai IKI variabel pesanan baru mengalami penurunan sebesar 4,05 poin sehingga mengalami kontraksi yaitu 49,64. Namun, percepatan ekspansi terjadi pada nilai IKI variabel produksi sebesar 3,31 poin menjadi 54,52,” kata Juru Bicara Kementerian Perindustrian, Febri Hendri Antoni Arief dalam Rilis IKI April 2025 di Jakarta, Selasa (29/4).

Perlambatan kinerja IKI pada bulan laporan terutama disebabkan oleh penurunan signifikan pada variabel pesanan baru, yang turun 4,05 poin ke level 49,64 dan masuk ke zona kontraksi. Di sisi lain, terjadi percepatan pada variabel produksi, yang naik 3,31 poin ke angka 54,52.

Tercatat, sebanyak 20 dari 23 subsektor industri pengolahan nonmigas tercatat tumbuh positif, dengan kontribusi terhadap PDB triwulan IV 2024 mencapai 91,9%. Subsektor dengan nilai IKI tertinggi adalah Industri Pencetakan dan Reproduksi Media Rekaman (KBLI 18) dan Industri Barang Galian Bukan Logam (KBLI 23).

Adapun tiga subsektor yang mengalami kontraksi adalah Industri Kulit, Barang dari Kulit dan Alas Kaki (KBLI 15), Industri Kayu dan Barang dari Kayu (KBLI 16), serta Industri Kendaraan Bermotor, Trailer, dan Semi Trailer (KBLI 29). Sejalan dengan kondisi tersebut, kegiatan usaha secara umum masih tergolong stabil. Sebanyak 74,1% responden menyampaikan bahwa kegiatan usahanya membaik atau tetap stabil.

Ketidakpastian Ekonomi Global

Kemenperin mencatat bahwa perang tarif dan dampak negatifnya terhadap penurunan pertumbuhan Amerika Serikat, Tiongkok, dan ekonomi dunia memicu peningkatan ketidakpastian pasar keuangan global serta mendorong perilaku risk aversion pemilik modal. Hal ini tercermin pada penurunan nilai IKI ekspor yang dipengaruhi oleh dampak perang tarif global, yang menyebabkan turunnya permintaan dari negara mitra dagang utama.

“Kinerja industri yang berorientasi pasar domestik juga menunjukkan perlambatan. Selain disebabkan oleh menurunnya permintaan dalam negeri, pelaku usaha mulai mengkhawatirkan potensi limpahan produk manufaktur dari negara lain akibat perang tarif global yang berisiko meningkatkan tekanan persaingan di pasar nasional,” ungkap Febri.

Jubir Kemenperin juga menyebut bahwa saat ini IKI yang berorientasi pasar ekspor dan IKI yang berorientasi pada pasar domestik sama-sama mencatakan penurunan. “Saat ini, kami merilis IKI ekspor dan IKI domestik, yang merupakan pengembangan IKI sebelumnya. Tren kedua IKI ini menurun dari bulan Februari 2025,” jelasnya.//

Arsip

Beritasatu Network




BISNISTODAY – INSPIRE YOUR BUSINESS

Related Articles

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Menkop Tegaskan Komitmen Pemerintah Hilangkan Ketimpangan Ekonomi

JAKARTA, Bisnistoday — Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan komitmen pemerintah dalam melakukan...

EKONOMIEkonomi & Bisnis

Gerakan Koperasi Indonesia Siap Ambil Alih Saham Bukopin 

JAKARTA, Bisnistoday - Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyampaikan gerakan koperasi Indonesia siap...

Tol Trans Sumatera
Ekonomi & Bisnis

Hutama Karya Paparkan Manfaat Ekonomi Tol Trans Sumatera Saat Kunjungan DPR

RIAU, Bisnistoday.co.id - PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) menerima kunjungan kerja...

Ekonomi & Bisnis

Prospek Bisnis Umrah dan Haji Makin Cerah, Travel Jannah Firdaus Selenggarakan Ribuan Jemaah Manasik

JAKARTA, Bisnistoday.co.id-Sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, saat ini Indonesia...