JAKARTA, Bisnistoday – Pemerintah Indonesia mengambil sikap terhadap konflik Rusia dan Ukraina untuk mendorong penyelesaian konflik melalui meja perundingan bukan dengan jalan pengerahan serdadu militer.
“Menegaskan kembali agar semua pihak tetap mengedepankan perundingan dan diplomasi untuk menghentikan konflik dan mengutamakan penyelesaian damai,” kata kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Teuku Faizasyah kepada media di Jakarta, Kamis.
Selanjutnya kata Teuku, Kedutaan Besar RI telah mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menyelamatkan WNI di Ukraina sesuai rencana kontingensi yang telah disiapkan.
“Kita prihatin atas eskalasi konflik bersenjata di wilayah Ukraina yang sangat membahayakan keselamatan rakyat serta berdampak bagi perdamaian di kawasan,” kata dia.
Ditambahkan Teuku, Indonesia menegaskan ditaatinya hukum internasional dan Piagam PBB mengenai integritas teritorial wilayah suatu negara serta mengecam setiap tindakan yang nyata-nyata merupakan pelanggaran wilayah teritorial dan kedaulatan suatu negara.
“Indonesia dalam berbagai kesempatan menekankan penghormatan wilayah integral suatu negara dan penerapan hukum internasional. Bagaimana kita memaknai suatu wilayah karena ini merupakan prinsip kehormatan kedaulatan suatu wilayah,” kata Teuku, yang juga menjabat Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kemenlu.
Teuku menambahkan, Indonesia tidak berhenti berupaya untuk memberikan keyakinan bahwa perdamaian adalah hal yang terbaik.Indonesia meminta Rusia dan Ukraina untuk menghindari eskalasi dan serta menyelesaikan konflik di meja perundingan./Ant




