JAKARTA, Bisnistoday – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis (29/02) ditutup terkoreksi 12,53 poin ke posisi 7.316,11. Sementara indeks LQ45 turun 7,31 poin ke posisi 989,93.
Investor menanti data inflasi dalam negeri. Badan Pusat Statistik (BPS) pada Jumat (01/03) besok akan melaporkan data inflasi Indonesia periode Februari 2024, yang berpotensi naik di tengah lonjakan bahan pokok dan pangan.
Kementerian Keuangan melaporkan utang pemerintah pada akhir Januari 2024 menembus Rp8.253,09 triliun, atau meningkat 1,33 persen dibandingkan pada akhir Desember 2023 yang sebesar Rp8.144,69 triliun.
Adapun, utang pemerintah didominasi oleh instrumen Surat Berharga Negara (SBN) yang kontribusinya sebesar 88,19 persen, dimana hingga akhir Januari 2024, penerbitan SBN tercatat sebesar Rp 7.278,03 triliun.
Dibuka menguat , IHSG betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG bergerak ke zona merah hingga penutupan perdagangan saham.
Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu SMLE, VTNY, JKON, IOTF dan MEJA. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni VKTR, MMIX, AHAP, ALII dan VISI.
Baca juga: IHSG Melemah karena Pasar Wait And See
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.505.492 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 28,63 miliar lembar saham senilai Rp15,24 triliun. Sebanyak 239 saham naik, 292 saham menurun, dan 232 tidak bergerak nilainya.
Rupiah Merosot
Sementara itu, nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS ditutup merosot di tengah pasar menunggu rilis inflasi Indonesia untuk Februari 2024.
Pada akhir perdagangan, rupiah tergelincir 27 poin atau 0,17 persen menjadi Rp15.719 per dolar AS dari sebelumnya sebesar Rp15.692 per dolar AS.
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Kamis tergelincir ke level Rp15.715 per dolar AS dari sebelumnya Rp15.673 per dolar AS./









































