JAKARTA, Bisnistoday- Memasuki awal pekan perdagangan, pada Senin (19/2), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah tipis 38,84 poin atau 0,53 persen ke posisi 7.297,70, sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 8,34 poin atau 0,53 persen ke posisi 998,28.Pelaku pasar bersikap wait and see Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI).
Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu BBSS, ALII, UNRD, CUAN, dan SMLE. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni HUMI, WIDI, PTPP, BAIK, dan TOSK.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.190.064 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 16,97 miliar lembar saham senilai Rp9,99 triliun. Sebanyak 198 saham naik, 336 saham menurun, dan 242 tidak bergerak nilainya.
“Indeks saham di Asia Senin (19/02) ini ditutup beragam dengan kecenderungan melemah, dengan MSCI Asia- Pasifik di luar Jepang terpangkas 0,1 persen setelah melonjak 2 persen pekan lalu, seiring dengan pudarnya peluang penurunan suku bunga di tingkat global,” sebut Tim Riset Phillip Sekuritas Indonesia dalam kajiannya di Jakarta.
Sementara, Data Producer Price Index (PPI) Amerika Serikat (AS) memperlihatkan bahwa inflasi di level produsen naik 0,3 persen month to month (mtm) pada Januari 2023, atau tertinggi dalam lima bulan, setelah turun minus 0,1 persen (mtm) pada Desember 2023.
Inflasi inti (core PPI) naik 0,5 persen, atau tercepat sejak Juli 2023, menyusul penurunan minus 0,1 persen pada bulan sebelumnya, dimana secara tahunan core PPI naik 2 persen, atau lebih cepat dari kenaikan 1,7 persen pada bulan sebelumnya.
Data PPI ini keluar hanya beberapa hari setelah rilis data CPI yang memperlihatkan inflasi di tingkat konsumen tetap tinggi meskipun bank sentral AS The Fed mempunyai ekspektasi bahwa tren penurunan inflasi (CPI) akan terus berlanjut.
CPI AS naik 3,1 persen year on year (yoy) pada Januari 2024, atau melambat dari kenaikan 3,4 persen (yoy) pada bulan sebelumnya namun masih jauh di atas target inflasi 2 persen yang dikejar oleh Federal Reserve. Lebih lanjut, inflasi inti (Core CPI) naik 3,9 persen (yoy), atau sama dengan laju kenaikan pada Desember 2023./snt/



