JAKARTA, Bisnistoday – Akhir pekan ini bakal menjadi momentum bersejarah dalam penyelesaian konflik di Timur Tengah. Dua pihak yang bertikai, Amerika Serikat dan Iran, hari ini bersepakat berunding di Islamabad, Pakistan.
Menurut pengamat politik Timur Tengah, Profesor Zohreh Kharazmi dari Universitas Teheran, Iran memasuki perundingan dengan percaya diri. Ia berpendapat kesediaan AS untuk berunding merupakan fakta bahwa telah terjadi pergeseran politik AS.
Berbicara kepada Al Jazeera, ia mengatakan Trump sebelumnya menuntut Iran menyerah tanpa syarat pada 6 Maret 2026 lalu, tetapi AS sekarang berada di meja perundingan.
“Iran teguh dengan syarat-syarat yang diajukannya,” kata Kharazmi. “Dan setidaknya beberapa syarat penting akan disetujui, mungkin tidak pada putaran ini, tetapi pada putaran-putaran berikutnya.”
Mengenai Selat Hormuz, Kharazmi mengatakan kendali atas jalur tersebut tetap menjadi pusat pengaruh Iran dan para pemimpin tertinggi negeri itu telah kembali memperjelas bahwa jalur tersebut tidak akan diserahkan begitu saja.
Ia menyarankan Iran memandang selat tersebut sebagai sarana untuk memastikan biaya perang dapat dipulihkan.
Tidak percaya AS
Sementara itu, Ketua Parlemen Iran, Ghalibaf siap bersepakat jika AS menawarkan perjanjian yang tulus dan memberikan hak-hak Iran. Menurutnya Iran memiliki itikad baik tetapi tidak percaya pada AS, demikian dilaporkan media pemerintah Iran.
Ghalibaf adalah anggota delegasi Iran yang berada di Islamabad untuk pembicaraan tersebut.
Kepala PBB Antonio Guterres menyerukan AS dan Iran untuk memanfaatkan perundingan di Islamabad ini untuk menurunkan ekskalasi konflik dan mencegah kembalinya perseteruan kedua negara, menurut juru bicaranya Stephane Dujarric.
Dujarric mengatakan bahwa utusan pribadi kepala PBB Jean Arnault, yang saat ini berada di Teheran, akan tetap berada di kawasan itu untuk mendukung upaya diplomatik.
Ketika ditanya oleh seorang reporter apakah PBB berencana mengirim Arnault atau perwakilan lainnya ke Islamabad, Dujarric mengatakan: “Tidak secara khusus untuk pembicaraan ini, tetapi kami akan terus diberi tahu.”//




